13 May 2017

Sandal Jepit Lebih Asik

2 pasang Sendal Jepit Swallow milik Ayah dan Saya

Apakah Anda Pengguna Setia Sendal Jepit? Atau sangat benci dengan Sendal Jepit? Jika anda termasuk yang setia, artinya kita sama, sejak kecil akrab dengan Sendal Jepit, waktu kecil dulu ada sendal jepit legend gambar Doraemon, mungkin teman2 pernah dibelikan Ayah sendal tersebut, baiklah bagi yg mungkin lupa, saya coba bagikan kembali gambar nya dibawah ini ;

Sumber foto : google
Jadi bicara sendal jepit memanglah tak asing lagi, bahkan memakai sendal itu saya  masih ingat2 lupa, haha saat menginjakkan kaki di Sekolah Dasar menjamur di Kampung saya sebuah sendal jepit merk Bowling, berikut gambarnya :

Sumber foto : google

Nah itu salah satu sendal andalan orang dikampung, di Desa kami sering menyebut sendal jepit dengan panggilan "Slop Jepang" Slop itu artinya Sendal, Jepang itu spt nya ya nama Negara, entah apa asal muasalnya disebut Slop Jepang? Unik nya tuh di kampung ketika sendal sebelah kanan putus atau sebaliknya, kemudian salah satu sendal digabungkan berbeda warna, umpama kanan putus adalah sendal Ayah warna biru, yang kiri putus sendal saya warna merah, Nah sendal kanan saya yg gak putus digabung sama sendal kiri ayah yg gak putus, jadilah sepasang sendal dan kita panggil dengan sebutan Jambi-Padang, haha Unik ya sendal Jepit, nah itu lagi asal muasal sebutan dari mana?  Bsok kalo main ke Kampung saya coba kalian tanya sendiri aja ya, Kalo ada Jawaban coba kalian kasih tau saya, atau komentar di bawah tulisan ini, haha

Baiklah kali ini saya ingin kembali ke Sendal yg di foto paling atas tulisan ini, itu merknya Swallow, salah satu sendal yg sudah saya pakai sejak SMP, ternyata sekarang mereka  melakukan Inovasi dari segi warna dan Desain, itu 2 pasang Sendal yg sore itu saya beli, Ayah minta tolong belikan Slop jepang, sekalian deh saya beli satu, karena sendal saya juga sdh lusuh.

Saat SMP saya pernah melakukan  modifikasi sebuah sendal jepit swallow, dengan memotong bagian tali, kemudian di rubah sedikit bentuknya, mungkin teman2 juga pernah melakukannya.
Itulah uniknya sendal jepit ini, bisa jadi sebagian orang malah gak pernah nyicipin keasikan sendal Jepit yang saya ceritakan.

Sebenarnya tulisan tentang Sendal Jepit ini ingin saya tulis sudah sejak tgl 1 Mei 2017, namun saya belum mendapatkan balasan Chat teman Facebook saya, saat itu saya coba chat meminta Izin untuk mengambil Beberapa foto Sendal Jepit Swallow hasil karya beliau, dan bagian Sendal Jepit yang dijadikan Gantungan Kunci, Karya beliau yang sudah sering saya lihat muncuk di beranda fb saya, dialah seorang teman facebook yang Kreatif, dari sebuah sendal menjadi lebih bernilai, seorang penyuka, penikmat musik Slank, rata2 orang2 itu adalah orang yang kreatif, saya coba kontek melalui chat fb, setelah sekian lama menunggu balasan, barulah kemarin beliau jawab, berikut chat kita, kepada teman2 pembaca semuam ayoo biasakank mengambil sesuatu dengan izin ke org tersebut, atau jika tidak bs izin mungkin foto dri google/buku, tuliskan Sumber nya.




Begitulah ceritanya, ada saja Ide untuk berkreasi, media sendal Jepit Swallow juga jadi tempat berkreasi, mudah2an karya teman ini dapat menjadi inspirasi kawan2 semua, ternyata gak mudah loh, namun kemauan lah yg bikin jadi, sejak 2014 sudah berkreasi, Salah satu Slanker ujung bogor, Apa Kabar Wilayah Lain Indonesia?? Selamat berkreasi juga ya, silakan ni dilihat hasil karya teman saya :

SEJAK 2014 DARI ISENG2 JADI KARYA

Slank lagi Slank Lagi



Motif yang beda, Gak seputar Slank Saja


Banyak Karya, bahkan Lirik lagu bisa diukir beliau


Inovasi tiada henti, Bisa jadi sendal yang putus dijadikan gantungan Kunci


Tentu banyak merk dagang Sendal Jepit lainnya, kadang sendal Jepit saja jadi Sebuah ajang gengsi di Dunia ini, bukan bearti tidak pernah pakai sendal lainnya, Sendal resmi kata kebanyakan orang, yang ala2 kantoran atau apalah, semacam Pakalolo, carvile, Fladeo, banyak lagi merk dagang lainnyam saya pernah pakai juga, bahkan pernah bercanda saya bikin status saat itu "fladeo memang menawan, Swallow lebih menggoda" haha, just kidding ma men, yowes  Selamat berkarya bagi teman2 yang ingin membuat sendal jepitnya jadi beda, dan bisa juga loh jd dijual lebih mahal, harga normal 10 rbu, setelah dikfeasikan bs jadi 15 s/d 25 rbu, bisa jdikan? Atau tukar sama sebungkus   Nasi? Terserah Anda, ini bagian dari kreasi Anak Indonesia, Piss.

Mana Slop Jepang mu? Di bikin Asiiik aja, haha

3 May 2017

Jambi Punyo Lacak


Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Dan Ketahan Pangan Kab. Tebo selfi bersama Peserta Jelang Pelepasan Keberangkatan Peserta PENAS XV Tahun 2017


Staf DTPHKP pose bersama Kadis Perkebunan Peternakan Dan Perikanan


Suasana pagi ini di Depan Kantor Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tebo menjadi beda dari hari biasanya, ada 1 unit Mobil BUS parkir, ada apa ini? Hadir pula Kadis Perkebunan Peternakan Dan Perikanan.

Meski Nama Dinas ini menjadi panjang karena ada penggabungan 2 Instansi, Dinas TPHKP tetap sering disebut Dinas Pertanian, Sebuah Nama yang sudah melekat dibenak Masyarakat dan juga Para Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Tebo.

Hari ini merupakan hari keberangkatan para peserta PENAS (Pekan Nasional) Petani dan Nelayan XV Tahun 2017 dari Kabupaten Tebo Provinsi Jambi menuju Banda Aceh, acara yang akan berlangsung tgl 6 mei s/d 11 mei 2017. Semoga para peserta sehat selalu, perjalanan lancar sampai tujuan, kompak dan kembali pulang dengan membawa Ilmu yang bermanfaat nantinya bisa di aplikasikan di Kabupaten Tebo tercinta.

Jelang momen keberangkatan para peserta, Saya yang mempunyai Jualan Lacak/Tanjak kebagian bahagianya, beberapa Lacak laku terjual kepada peserta, dibantu dengan SPG yang bohai, enerjik, cekatan, ramah dan tentu tanpa pamrih, berbanding terbalik dengan SPG dalam benak saudara2 semua, hehe, Dialah Yuk Eti, salah satu staf di kantor yg juga tentu sdh kita anggap Ayuk kita, jangankan makan bareng bahkan tidurpun kita berbeda, hehe. Terima kasih yuk Eti yg sudah membantu jd Sales Promotion Girl nya buat Lacak Jambi Hari ini. Terima kasih juga kepada Andi yang suka relawan menjual Lacak Pagi ini, jadi teringat suasana Terminal atau BUS diperjalanan, berikut foto yang sempat saya Dokumentasikan :

Lacak Lacak Lacak Yang belum punya ayoo beli

Mungkin banyak yg belum  tau soal Lacak/Tanjak Jambi ini, sebuah Ikat Kepala yg populer di Jambi, pernah di muat di Website kementerian , silakan di baca di link berikut :  Lacak Jambi Semakin Populer

Tentunya Jualan ini sebagai bentuk dukungan terhadap ikon baru, Semoga para peserta yang ikut Penas dapat sekaligus mempromosikan bagian dari Budaya Jambi, Hal ini juga di dukung oleh Gubernur Jambi, meski tentu ada pula mungkin yang Kontra terhadap Lacak ini? Namun ini berdampal positif juga terhadap pelaku UKM, bagian dari Ekonomi Kreatif yang menghasilkan juga tentunya membuat penampilan jadi keren, Lacak yang dibalut dengan berbagai motif Batik Khas Jambi, ada pula yang membuat dari kain songket Jambi.

Bisa jadi pula para peserta yang sudah membeli lacak tadi pagi dapat bertukaran/barter dengan peserta dari daerah lain, mungkin tukar sm blangkon, atau bisa jadi tukan sama Rencong, Atau sama ikon2 lainnya dari Daerah lain.

Yuk bersama kita katakan "Jambi Punyo Lacak"

Cubo pulak Pakai Lacak


Contoh Lacak





29 Apr 2017

Mak Tersayank

Dashboard my Dixi terpajang foto Mak

Awalnya di bagian Dashboard my dixi ada tempelan bertuliskan i love gitu, dari pemegang mobil sebelumnya, sepertinya untuk menutupi bagian yang kurang menarik, otak saya langsung mikirin apa y untuk mengganti ny? Muncullah ide tentang foto, memanfaatkan kertas foto, sedikit edit penggabungan beberapa foto, selanjutnya saya print, agar tidak cepat pudar saya semprotkan clear lalu jemur sebentar. Caption pada bagian foto bersama Mak adalah Mak Tersayank, beri huruf K agar lebih nancep saja di hati. Hehe

 Saya yakin Banyak penulisan untuk Ibu pada sebuah HP teman-teman semua, ada yang menulis "Mama, My Mom, Ibuku, Mami, Bundaku" ada lagi mungkin lain sebagainya penamaan di kontak HP teman-teman, dan saya termasuk yg pernah membuat My Mom di kontak HP, seakan-akan biar keren, namun gak bertahan lama, saya mengganti nama itu dengan "Mak Tersayank" selain kata Mak adalah panggilan saya sehari-hari kepada beliau, inilah bahasa kita, penambahan Tersayank itu adalah sebagai bentuk bahwa dialah orang tersayank, beliau Guru kehidupan, yang sabarnya memang sabar, ayoo teman-teman, siapa nama ibu mu di kontak Hp mu? Ada yang nulis sama dengan saya? Jika ada artinya kita sama2 orang Dusun, haha

Di usia Mak yang sudah 65 Tahun, ternyata beliau masih banyak belajar, ceritanya malam jum'at kemarin saya asik ngobrol berdua Mak, saat itu Ayah sedang pergi undangan Sedekah drmah warga, berdua Mak saya cerita-cerita serius juga santai, kita sampai tertawa berdua, ada nih bagian cerita serius tentang Belajar, Mak cerita bahwa Ayah dan Mak belajar ngaji jg sama guru, lupa nama lengkap gurunya, intinya yang saya petik "beliau berdua yang sudah tua ini saja msh mau belajar, saya malu dalam hati, jadi teringat akan suatu kalimat yang saya kira teman-teman pernah dengar "Tuntutlah Ilmu dari buaian sampai ke liang lahat". Sambil menunjukkan ke saya selembar kertas bertuliskan Arab yang sudah di laminating, berikut foto kertas tersebut :

Tulisan Tangan Ayah

Saya langsung tertarik belajar, tulisan gundul tersebut saya coba baca, dimana ada yang saya tidak tahu, Mak langsung menyambungkan, kita berdua belajar lagi nih, baca berulang, sesungguhnya ini hanyalah pelajaran sederhana jika ditulis dalam bahasa Indonesia, kata Mak ini ayah catat saat guru menjelaskan, Ayah yang terbiasa menulis dalam bahasa Arab ya jadi gini hasilnya, sayang Anak Ayah ini tak bisa begitu, hiks.
Dalam kertas selembar itu ada berisi kebiasaan yang dipakai Nabi dalam kesehariannya.

Di saat kita asik baca berdua, saya nyeletuk "mak mambu petai" (Mak bau pete) haha aroma pete mulai keluar dari mulut kita berdua, Mak coba nutup2 mulutnya, saya bilang 'biaklah mak sayo jugo, kami tertawa lagi haha. Penambah selera makan malam itu, dengan lauk pucuk Ubi tumis yg sedikit berbeda, mak potong2, lain dari pada biasanya, plus sambal tomat ala Mak, jd ingat sambal Lombok, plus gulai daging, suasana makan bersama yang nikmat.

Selain selembar kertas tadi, ada pula buku kecil yg berisi banyak ilmu, ini buku waktu saya kecil dulu, berikut penampakannya :
Sedikit koyak dbagian sampul
Sembari ngobrol, kita sempat foto berdua lagi, Mak yang agak kurusan juga nih, makan yang kurang banyak nampaknya, hehe

Silau lampu dibelakang kita berdua

Obrolan kita kemudian terhenti saat Ayah mengetuk pintu, kita melanjutkan obrolan bertiga dengan tema yang beragam, gak lama berselang enaknya mijitin Ayah nih, beliau adalah Superhero kita dalam keluarga, Nahkoda kapal jika di laut, Jenderal dalam dunia militer, tegas tanpa ragu mendidik kami, ada kekurangan tentulah, bukanlah jadi hal yang akan membuat hati kita membenci orang tua, saat memijit beliau berasa badan beliau kurusan, bagian belakang ada sedikit benjolan, urat2 yang tegang, tak jarang ayah menjerit saat dipijit, terukir jelas ini bentuk perjuangan beliau tak kenal lelah bekerja keras, selanjutnya kita pun tidur, masih kah kita sombong sama orang tua? Jangankan untuk bersua mungkin menelpon mereka saja kita jarang? Apakah kita menganggap mereka baik2 saja?

Antara kebaikkan orang tua dan balasan kita, saya teringat betul tulisan Ippho Santosa dalam buku yang berjudul 7 Keajaiban Rezeki di halaman 35, berikut sedikit saya kutip tulisan itu :
1. Saat kita berusia 1 Tahun, orang tua memandikan dan merawat kita. Sebagai balasannya, kita malah menangis di tengah malam.
2. Saat berusia 17 Tahun, orang tua sedang menunggu tlpon penting, sementara kita malah asyik menelpon teman2 yg sama sekali tidak penting.
3. Saat usia 23 tahun, orang tua membelikan kita sebuah barang yg kita idam2kan, sebagai balasannya kita malah mencela, duh, kalau mau beli apa2 untuk Aku bilang2 dong! Aku gak suka model seperti itu.
4.Saat usia 40 tahun, orang tua sakit2an dan membutuhkan perawatan sebagai balasannya, kita malah beralasan, "papa, mama, aku sudah berkeluarga, Aku punya tanggung jawab terhadap keluargaku. 

Sebenarnya panjang dalam buku itu tiap perjalanan usia, saya coba kutip sedikit, semoga bermanfaat sebagai pengingat kepada diri kita masing-masing, Sehat ya buat Ibu teman2 dimana saja berada, orang tua, Dan semoga Beliau dimatikan dalam keadaan Khusnul Khotimah, ditempatkan di Sorga Allah SWT. Aamiin.

27 Apr 2017

Jangan keluar Group WA gara-gara Lalong

Tau Dong dengan Logo ini? Sumber gambar : internet
Salah satu cara berkomunikasi antar sesama pilihannya adalah melalui sebuah aplikasi media sosial bernama Whatsupp atau lebih populer dengan panggilan WA (baca : we a)

Selain gratis, WA dengan menggunakan Nomor HP sebagai ID dari kita sebagai pengguna, memiliki fitur Group, sehingga banyak antara pengguna WA membuat Group sebagai ajang komunikasi antar pengguna dengan tujuan silaturahmi,bahkan sampai ke tujuan penting lainnya, mengalihkan cara berdiskusi tanpa bertatap muka, info lebih cepat namun pengguna HP terkadang jadi ngedongkol karena Batre Hp lebih cepat habis dan HP jadi lalong (lambat loading) beberapa keluhan tersebut kadang membuat seseorang mengambil tindakan keluar dari group, apalagi yang HP nya berkapasitas rendah, berikut beberapa tips yang dapat dicoba agar lebih ringan dan gak bikin HP lalong  tanpa delete/clear chat adalah:

1. Buka WA

2. Masuk ke setting / setelan

3. Pilih "data usage" / "Penggunaan data"

4. Pilih "network usage" / "Penggunaan jaringan", kelihatan berapa Kb yang terpakai

5. Pilih "Reset statistic" / "Atur Ulang Statistik", paling bawah.

Jika 5 poin di atas telah selesai dilaksanakan dengan baik, akan otomatis semua jadi 0 Kb, Hp akan terasa lebih cepat lagi peformanya dan Data tidak hilang.

Silakan di coba, and so
Jangan keluar dr group krna alasan hp lalong ya! namun jika alasan lain, mungkin gak cocok lagi dengan bahasan group, udah malas, atau ganti HP, atau mau fokus ke medsos lain, haha. Namun jika masih lalong juga, coba ganti HP baru deh, haha
Selamat pagi, selamat aktivitasm awali hari mu dengan rasa syukur mengucapkan hamdalah dan kemudian mengucapkan basmallah, piss

26 Apr 2017

Cerita bersama Nyai

Bersama Nyai tercinta, Rabu 26 April 2017

Lagi, momen bersamanya nyai tercinta hari ini, ketemu nyai tidaklah seperti jaman sekolah dulu lagi, dimana dulu nyai selalu menemani saya di rumah, selalu memasak untuk saya makan, hal ini mungkin dapat memberikan efek sentimen bagi cucung nyai (baca : cucu nenek) yang lain, bisa jadi ada rasa iri atau rasa lainnya, gak boleh terlalu suuzon, jika itu benar terjadi, saya kira hal yang wajar pula, bisa jadi jika cucung nyai yang lain berada diposisi saya dan saya di posisi mereka mungkin juga timbul rasa iri, namun percayalah bahwa kedewasaan dalam berfikir akan hilangkan rasa2 yg beraroma penyakit hati. Dalam hidup tentu ada sebab kemudian ada akibat, jika dulu ada pepatah "gak mungkin ada asap jika tak ada api" ya sudah sekarang kalo api sudah ad coba padamkan pake bantuan pihak DAMKAR, haha. Yuuk kita simak lanjutan cerita saya bersama Nyai hari ini.

Pagi sekitar jm8 saya telpon atasan saya dikantor, meminta izin masuk terlambat untuk menjemput Nyai ke Dusun saya di Dusun Pauh Taji, Desa Tanjung Aur Kec. Tebo Ulu Kabupaten Tebo, tujuan akan mengantar Nyai ke rumah paman di Muara Tebo dimana sore ini akan membawa Nyai Berobat Mata ke Muara Bungo, dalam hal izin kantor ini, disatu sisi saya merasa segan, berasa semena menama, disisi lain tentu ini adalah hal yang mulia dalam hidup, kapan lagi akan berbakti kepada nyai, kapan lagi merasakan waktu berdua bersama nyai di waktu masa tua beliau.

Sesampai di Rumah kedua orang tua saya salam mereka seperti biasa dengan mencium tangan kemudian saya seduh teh celup, ngobrol sejenak tentang berbagai hal, ditemani roti biskuit, Mak dan Ayah menyuruh makan terlebih dahulu namun saya sedang kenyang, Nyai yang sudah siap barang sejak kemarin, karena rencana awal saya jemputnya kemarin, dikarenakan kemarin tidak sempat terpaksa hari ini, mungkin hal ini buat nyai agak merasa kecewa, semoga sih tidak. 

Teh pun habis, meski obrolan bersama ortu gak bakal pernah habis, saya pun segera mengangkat barang nyai ke mobil, dan mengajak nyai untuk segera berangkat, stel kursi my dixi agar nyai dapat duduk nyaman di dalam mobil tua saya ini, aman nyai? Tanya saya singkat, iyo jawab nyai, gas tipis pamit kepada kedua orang tua menuju kota Muara Tebo, belum jauh berjalan nyai agak kurang nyaman sepertinya, saya tanya lagi, geser be dk nyi bantal nyo ke depan? Iyo jawab nyai, saya stop mobil dan stel bantal sehingga nyai merasa nyaman di dalam mobil yang AC nya masih mengandalkan angin sepai sepoi dari luar, jika cuaca panas tentu akan panas pula rasanya, haha




Selama diperjalanan saya ajak nyai ngobrol2 tentang cerita2 kehidupan di jaman nyai muda, saat nyai ditinggal datuk, menghidupi ke-3 orang anak nya, salah satu nya Mak saya yg satu2 nya anak perempuan nyai, saya sedikit usil bertanya , nyai dulu dak ado niat yo mau nikah lagi? Hehe, nyai jawab idak, trus mcam mno lah nyai bs nak ngidupin anak nyai? Yo macam t lah ngais ngais kata nyai, kalau di artikan dengan jaman sekarang lebih kurang artinya terus berusaha, nyai adalah salah satu wanita tegap di jaman nya, gak letoi, gk takut nyebur di sawah, kaki digigit lintah, bahkan bukan hanya kaki, menanam padi untuk makan, pengolahan padi di jaman nyai pun tidak seenteng jaman sekarang dimana teknologi sangat membantu, dengar cerita bagian ini, saya malu dengan kekuatan nyai, teringat waktu kuliah nyai tuh bilang "bukan parang tu yang tumpul tapi hati kau tu yang tumpul" nih kalimat marah nyai kepada saya saat masa kuliah, hari ini lagi lagi nyai berikan banyak pelajaran, nyai dengan kisah perjalanan hidup nya berhasil 2 orang saudara Mak saya menjadi PNS, hanya Mak yang tetap bertahan di kampung menjadi Petani bersama Ayah tercinta. Jika ada Janda yg banyak ngeluh akan keadaannya, apalagi tidak punya tanggungan anak sebanyak nhai, sepertinya perlu berguru sama nyai, hehe. Kata nyai tuh Bersyukur akan keadaan, banyak pulo orang yg lengkap kedua orang tuo nyo, anak nya dak jadi jgo, malah nyadi nyadi, artinya 'banyak pula orang yg kedua orang tua nya ada, malah gak berhasil dan anak ny malah berkelaluan aneh-aneh'.

Obrolan kita tanpa ditemani lagu di mobil seperti biasanya, saya lebih menikmati obrolan ini dengan penuh penghayatan, seputar jodoh dan umur kita juga bahas, saya juga minta kepada nyai agar mendo'akan saya mendapatkan jodoh yang saleha, gak usah doakan saya mesti harus dengan orang dusun atau pula harus dengan org dekat, orang tertentu, itu aja sih, intinya mau orang mana juga jika itu adalah baik maka akan baik.

Cerita semakin asiik, sampai juga pada cerita menantu nyai yg sudah Almarhum, dialah Istri pertama paman saya, Pakdo saya memanggilnya, Mekdo untuk panggilan Almarhum, nyai cerita banyak tentang beliau, mekdo yg gak malu bawak nyai jalan, yang perhatian, belikan bedak dll, pernah di bwa jalan ke tanah abang juga sama beliau, berdua saja tanpa Pakdo, mungkin seingat saya perjalanan terakhir nyai bersama Mekdo saat pergi Haji bersama, namun Mekdo tidak berumur panjang, Semoga Mekdo ditempatkan di Surga Allah yang Maha Kuasa, Aamiin.

Nyai berkata pula, kiniko nyai meraso bahwa anak cucung tuh hatinyo bertad, sedikit bingung dengan kata bertad, bahasa ala nyai nih, saya bertanya dan saya tulis ulang ya disini "Nyai merasa sekarang anak dan cucu hatinya banyak yang gak ikhlas, terpaksa dan benci" begitu  maksud nyai, tersentak hati saya me dengar itu, ooh idak la nyai, saya yakin anak dan cucung nyai baik, dan dak macam itu, nyai  menimpali 'itu perasaan nyai lah, lah tuo ni paibo, alias perajuk' bahasa anak sekarang nih 'gampang baparen'  nah kalau sayo ni macam mano nyi? Bertad jg dk? Nyai jawab "entah, apo perasoan kau?' Entah, gimna perasaan kau?' Hehehe menurut nyai macam mn? Saya ingin tahu, nyai jawab lagi 'menurut nyai idak lah, eloklah nampaknyo' hmmm puas juga dengan jawaban  nyai, namun sesungguhnya isi hati nyai yg sebenarnya saya gak bisa tebak dengan tepat, akan tetapi saya  mendapat pelajaran penting bahwa orang tua itu tidak penting uang mu, gak penting harta mu, jabatan mu, namun bahasa etika kamu, perhatian kamu, waktu mu, itu yang orang tua perlukan  dan  sikap kamu dalam hidup yg dapat membanggakan dia.

Lanjut ceritanya, saya persingkat deh, setelah sampai di Muara Tebo, ke rumah kdiaman Pakdo, saya terus ke kantor untuk kerja, lebih kurang jm11, sepulang kantor ternyata pakdo dan nyai belum pergi ke bungo, Pakdo telpon saya dan alhirnya saya ikut mengantar nyai berobat ke Muara Bungo, tujuan berobat ini adalah berobat Mata disebuah Klinik mata disana, mata nyai sering berair dan tai mata sring timbul. Perjlanan lebih kurang 1 jam, kami bertiga berangkat jam 5.20 WIB jelang waktu Magrib myai nanyain terus 'lah magrib blm?' Pertnyaan yg muncul seperti anak2 dimasa kecil, yang bertanya berulang, apakah kita harus marab mendengarkan itu? Hey hentikan amarah mu, sma2 yuk kita belajar berbakti kepada orang tua, baik ayah, Mak, Nyai, datuk, maupun yg lebih tua dari kita. Mampir buat Magrib di salah satu SPBU, kemudian isi minyak dan lanjut perjalanan menuju Klinik Mata, sampai disana disambut hujan, saya menunggu diluar saja, nyai ditemani anak Bungsunya untuk masuk, saya abadikan momen tersebut dari balik kaxa pintu klinik, Semoga deh kita semua dapat berbakti kepada orang tua kita, Sehat ya Nyi Matanya, dan yakinlah kami tida, ada yang bertad. perjalanan pulang kembali kerumah di hadiahkan Hujan deras sepanjang perjalanan, ademkan hati tentunya, meski bikin kecut sesuatu. Hmm sekian dulu cerita bersama nyai. Sampai jumpa dicerita lainnya.
Pakdo with Nyai sedang dilayani karyawan klinik mata