16 Apr 2018

2019 Ganti Presiden



Sumber : Internet

Belakangan ini muncul sebuah gerakan di media sosial dengan tagar (hastag) menarik perhatian, tagar tersebut adalah

#2019 Ganti Presiden

Gak sampai di situ, satu hal yang lebih menarik perhatian berupa tagar (hastag) di cetak ke dalam sebuah Kaos, bahkan sampai ke Presiden RI, kemudian di singgung dalam pidato beliau beberapa waktu lalu, dapat kita simak dalam video yang di unggah akun youtube TV One sebagai berikut :



Tagar (hastag) yang di sablon ke kaos tersebut telah menjadikan sebuah perbincangan, bahkan sebuah perdebatan di media sosial, mungkin juga sampai ke Dunia nyata, Kalimat pendek tersebut konon muncul dari berbagai pihak yang ingin nanti di Tahun 2019 Presiden baru.

Dimana sama-sama kita ketahui 2019 kembali Rakyat Indonesia di hadapkan dengan Pilpres, walau lebih kurang 1 Tahun lagi, desas desus tersebut sudah di mulai dari sekarang, banyak orang mengatakan saat ini sudah masuk pada Tahun Politik, seakan belum bisa Move On dari pilpres 2014 lalu, suhu politik antar pendukung terus mengalir.

Siapakah yang menjadi Korban dari Tagar #2019 Ganti Presiden??

Silakan Jawab ya kawan-kawan.
Kalau saya memandang hal tersebut malah menjadi sebuah ide bagus yang bermanfaat bagi seorang pengusaha Kaos Oblong,  dimana menjadikan mereka berlomba-lomba menyediakan berbagai desain, juga berbagai warna Kaos yang dapat di jual, menghasilkan pundi-pundi Rupiah tentunya, disinilah kejelian seorang pengusaha melihat sebuah peluang.

Kaos Kaos Kaos, silakan dipilih :


Sumber : Internet

Bisa jadi itu muncul memang dia pengen Presiden baru nantinya, atau bisa jadi ikut handil menjadikan sebuah ladang bisnis kaos menjanjikan menjelang Pilpres, tentu setelah 2019 Kaos tersebut gak bakal laku lagi.

Bagi mereka yang fanatik terhadap seorang figur, dan sangat membenci Presiden saat ini, tentu sebuah kebanggaan memakai Kaos tersebut, mungkin juga Rela debat berlama-lama menghabiskan energi negatif.

Silakan kita memilih, mau dibawa kemana? Dan mau jadi seperti apa? Semoga kita tidak menjadi pecah gara2 beda pilihan, walau kalimat ajakan ini begitu sulit di terapkan, minimal dapat menjadikan masukan positif untuk kita semua.

Ingaaaaat 2019 Ganti Presiden,
Ya ialah, masa 2020, pilpres nya kan 2019,
Cuma siapa Presiden nya kita sama2 belum tahu, Calon nya aja belum tau siapa saja.
Cobloslah nanti di bilik suara.

Saya jadi sedikit terinspirasi beberapa waktu lalu dengan tulisan di kaos yang beredar, mengedit nya dengan tulisan :
#2019 Ganti Status, nah jika ada di medsos beredar juga sepeti hal tersebut, yakinlah mereka mengikuti saya. Haha kaosnya sebagai berikut :
Pre Order

Sekian dan Terima Order, cocok buat Kamu yang ngebet banget Ganti status. Atau mau Kaos #2019 Ganti Presiden?? Bisa juga hubungi saya, woles, semua bisa di atur. Haha



9 Apr 2018

Tuntutlah Imu sampai keliang lahat


Sumber foto : internet

Pagi ini kedatangan Tamu, saudara kandung yang selalu banyak kasih Motivasi, berbagai cerita dan uneg-uneg dari beliau, kalo udah ngobrol, banyak hal yang dibahas, bahkan sampai berapi-api menyemangati.

Obrolan pagi ini sebuah cerita santai tentang kehidupan menuju Akherat, disaat terjadi penurunan temperatur Iman dalam diri ini, berasa mendapatkan charger.

Beliau bercerita tentang "BELAJAR MENGAJI, DAN JUGA BELAJAR UMUM" 

Jadi teringat pesan guru ngaji saat kecil dulu, beliau mengajar sebuah hadist yang berbunyi sbb :

اُطْلُبُوا العِلْمَ مِنَ المَهْدِ إِلى اللَّحْدِ
Artinya : “Tuntutlah ilmu sejak dari buaian hingga liang lahat”
Dalam batin saya menjerit, mengoreksi diri yang terlalu minim ilmu, masih ketinggalan jauh.
Terima kasih my brother tersayank, pagi ini sudah berbagi dan mengingatkan.
Semoga menjadikan catatan dalam hati ini buat berbenah kembali.
Semangat terus buat belajarnya, dan nanti dapat menjadi pribadi yang dapat membawa Keluarga ke Sorga, membawa perubahan jika nanti mengabdi di Kabupaten Tebo ini.
Kita bukan tak punya orang pintar namun kekurangan suatu Rasa Kebersamaan, tergerus jaman penuh sikut sikutan, lupa daratan, penuh kebencian dan keirian.


4 Apr 2018

Di Tawar Sopir Truk disiang bolong

My Dixi My Adventure

Pon pon pon, lebih kurang begitulah suara klakson di depan rumah saya siang tadi, sehingga membuat saya memutar badan ke arah jalan saat lagi fokus mengelus si dixi, mobil tua yang tersayank. Bukan sekedar klakson, dengan suara lantang si sopir truk langsung berucap "mau jual gak? Saya lagi cari mobil seperti itu" antara nada serius dan bercanda. Saya kaget dan spontan menjawab "Gak bg". Dan truk yang berisi 3 orang tersebut pergi berlalu.

Ya Allah disaat begini mobil tua ini masih banyak yang minat, sudah beberapa kali ada yang nawar, Dompet yang oleng begini seakan dibisikkan "jual lah, jual lah" 

Hmm tenang sayank, meski kulit mu tak lagi kinclong, bahkan terkadang cucuran air hujan masuk ke dalam, namun fisik mu patut di ancungi jempol, bersama mu kita telah menjelajah beberapa Kota Antar Provinsi. Bersama mu kita pernah ngelapak bersama.

Danau Singkarak

Taplau padang

Ngelapak 

Terima kasih telah banyak memberikan arti hidup.

Sedikit lagu penyemangat dari sahabat di Bogor :

Aku gak Nyerah
Tetap Usaha

Generasi Terbuang - Joni Kemon

30 Mar 2018

Kodok Curi start Kampanye Duluan

Sumber foto : internet

Secangkir Teh Tarik menemani kesendirian malam ini, di atas bangku taman Warung Wong 'Ndeso yang beralamat di KM 2 Muara Tebo, Tempat nongkrong Asyiik dan santai.

Usai perginya seorang kawan yang pamit pulang, suara kodok semakin ramai bersautan, mungkin mereka sedang bergembira atau sebagian sedang asyiik mulai berkampanye curi start duluan menjelang pilkada di Tahun depan.

Koar-koarnya mulai terasa, menampilkan berbagai aktivitas yang menyatu dengan rakyat, apakah rutinitas turun kelapangan ini hanya sebatas pencitraan atau memang ingin mendengar langsung keluh kesah rakyat??

Musim hujan cenderung melumpuhkan perekonomian rakyat yang sebagian besar hidup dari pencarian sebagai petani karet, petani sawah juga mengalami kegagalan panen akibat padi kebanjiran, dunia perdagangan turut mengalami kerosotan, begitu pula kuliner, pengunjung sepi konon dampak perekonomian, ooh ternyata Dunia hutang masih tetap ramai, sampai sampai lupa membayar, berkaitan dengan para pimpinan atau juga anggota dewan, bisa jadi janji saat kampanye juga belum terbayar, sekarang malah kembali berkampanye dengan penuh buaian, ini realita atau hanya suara kibulan? 

Kodok terus bersuara lantang, ditengah kegelisahan yang saya rasakan, Teh tarik yang mulai dingin saya sruput kembali sembari bertanya-tanya dalam hati, mau sampai kapan rakyat resah dan bosan? Menagih janji-janji kampanye yang terabaikan, atau malah terlalu lama larut diperbudak tim-tim sukses yang berlagak elit melebihi para politikus ulung. Terkadang persahabatan baik, kerabat dekat, bahkan persaudaraan malah hancur sekejap melebihi halilintar hanya karena beda pilihan, ooh para elit tolong turun kelapangan untuk menyatukan, hentikan perpecahan hanya demi kumpulkan kembali dana kampanye yang terbuang.

Sudah jam 22:30 WIB, kodok perlahan mulai diam, bisa jadi sudah pada mulai pulang, yang kampanye juga mau istirahat. 

Semoga Demokrasi ini mencerdaskan, bukan malah menelurkan perpecahan.
Teringat sebuah tag line kalimat iklan sebuah produk rokok saat itu "SEMUA KOAR KOAR, MILIHNYA HARUS BENAR"

catatan kodok menuju 2019

26 Mar 2018

Inspirasi Pagi dari Warga Tebo, Long life Pak Suyitno,


Long life pak Suyitno
Pagi ini ngobrol santai bersama  salah satu warga Kecamatan Tebo tengah yang mungkin sebagian besar orang di Muara Tebo mengenal beliau.

Seorang pria bernama Lengkap Suyitno, berumur 54 Tahun, mempunyai 2 Anak, Satu laki-laki duduk dbangku SMA dan anak kedua perempuan duduk di bangku SMP.

 Celana puntung, baju kaos dan Sepeda Tua legend adalah tunggangan keseharian beliau, dengan satu buah cangkul dan kikir pengasah mata cangkul selalu setia menjadi senjata beliau di dalam mencari nafkah, baik menggali got, menggali saptitank maupun membersihkan halaman rumah, sebuah kerja keras mengandalkan otot, namun dia tetap semangaat. Segelas Kopi Hitam tadi pagi saya buatkan untuk beliau, suguhan air putih dan Beberapa gorengan dan kue juga hadir bagian dari cemilan menemani obrolan kita berdua.

Banyak cerita yang beliau sampaikan, baik itu tentang jodoh, tentang politik dan sifat orang-orang di Muara Tebo yang beliau pernah bercengkrama dalam dunia kerja.

Di saat siang di sela waktu istirahat beliau yang hari ini kerja di rumah, saya suguhkan satu nasi bungkus, namun beliau menolak dengan logat santai yang tulus, katanya saya ni makan tadi pagi sudah, kalo banyak makan malah lemas mau kerja, kan sudah makan kue jg, sama lah tu sama nasi. Saya coba sedikit memaksa, namun beliau tetap dengan keputusan nya, bisa jadi itu lah bagian dari kebiasaan sehari-hari beliau. Harus di hormati.

Dan akhirnya karena ada kerjaan lain, saya terpaksa meninggalkan beliau yang meneruskan kerjaannya yang masih belum selesai, saya pamit pergi, dan berpesan, nanti kalo sudah, letakkan saja piring, gelas dan ceret di teras rumah.

Dari beliau saya belajar arti sebuah pelajaran hidup yang keras, dan juga cara menghargai perasaan orang dalam menjaga lidah yang berucap, Maafkan Kami Ya Allah jika masih kilav dalam bertutur. Terima kasih Pak Suyitno alias Long, begitulah panggilan akrab beliau, dari mu berikan pelajaran pagi ini.

Buat kawan2 di Muara Tebo yang mau menggunakan Jasa beliau, silakan temui beliau, sering nya di daerah pasar. Sukses ya pak.
Terima ksih wejangan wejangan singkat dari mu hari ini yang cukup aku simpan dalam hati buat bekal hidup ini.