Ketika Doa Tak Pernah Sia-Sia : Perjalanan Menanti Jodoh dengan Ikhlas

Editing Foto AI : Adhi Sawank

Dulu, di masa bujangan, hari-hariku kuisi dengan hal sederhana : membaca buku.

Di tengah kesunyian kamar dan hiruk-pikuk pertanyaan orang, aku belajar memahami hidup lewat halaman demi halaman.

Pertanyaan itu hampir selalu sama :

"Kapan nikah?" Bahkan tak jarang ada yang menyebut dengan julukan yang menyayat, “bujang lapuk”.

Jujur, rasanya sedih. Ada perih yang tak selalu bisa dijelaskan. Tapi aku belajar untuk ikhlas. Aku memilih untuk percaya, bahwa Allah tidak pernah salah dalam mengatur waktu.

Aku yakin, Allah pasti mengabulkan do'a dengan cara dan waktu terbaik-Nya.

Alih-alih larut dalam luka, aku memilih memperbaiki diri.

Aku isi hari-hari dengan belajar memantaskan diri. Salah satu terapiku adalah membaca banyak buku, terutama tentang jodoh dan pernikahan.

Sampai suatu hari, aku menemukan sebuah buku berjudul “Ya Allah, Siapa Jodohku?” karya Ahmad Rifa’i Rif’an.

Judulnya seolah menegur langsung ke hatiku. Isinya bukan sekadar membahas jodoh, tapi mengajakku untuk menjadi manusia yang lebih baik, lebih siap, dan lebih sabar.

Dari sana aku belajar satu hal penting :

Soal jodoh bukan tentang siapa yang paling cepat. Tapi tentang siapa yang paling siap lahir dan batin. Kita pun sebenarnya tak punya hak untuk menghardik, apalagi membully mereka yang belum menikah.

Setiap orang sedang berjalan di garis waktunya masing-masing. Yang terbaik adalah mendo'akan, bukan menghakimi.

Memberi semangat, bukan tekanan.

Memberi solusi, bukan menyakiti.

Aku juga belajar untuk tak sungkan meminta do'a dari orang tua, keluarga, sahabat, dan orang-orang baik di sekitarku.

Sebab do'a adalah kekuatan yang sering kita remehkan, padahal dampaknya luar biasa. Kini aku mengerti, Allah tidak hanya mengabulkan do'a tentang jodoh.

Allah mengabulkan do'a tentang hidup tentang sabar, tentang ikhlas, tentang kuat menghadapi takdir, dan tentang menemukan makna di setiap penantian.

Maka, untuk siapa pun yang hari ini masih menunggu : Tetaplah semangat menjalani hidup.

Teruslah berdo'a.Teruslah belajar memantaskan diri. Karena Allah Maha Mendengar, dan tidak pernah lalai dari satu pun do'a hamba-Nya.

Sabtu, 6 Desember 2025

Adhi Sawank From Muara Tebo With Peace

Post a Comment

0 Comments