Suara itu lantang mengatas namakan Rakyat


Sumber foto : Internet

Terdengar suara lantang berteriak memperjuangkan rakyat, tak hanya suara, saat ini didukung dengan kertas kecil dalam bentuk kartu nama, kertas berukuran sedikit besar dalam bentuk kalender, bahan jenis kain dalam bentuk bendera, bahan vinyl mulai berukuran kecil nempel dipohon dengan memaku berbagai batang, sampai ukuran sedang, besar dan sangat besar sekali melintasi jalan yang kita lalui. Semua berisikan Mohon Do'a dan dukungan serta kalimat-kalimat positif lainnya, bahkan tidak jarang pula bertuliskan Jujur, Bersih, adil, merata dan kalimat berisi Integritas nan tinggi tanpa cacat. 


Semua itu terjadi mendekati waktu yang disebut Tahun politik, masa yang dikenal dengan istilah Kampanye. Artinya ada suatu usaha dari perorangan maupun kelompok untuk mencapai kedudukan/kemenangan. Kampanye itu sendiri ada yang berjalan dengan sebutan Kampanye Hitam (black campaign). Berhati-hati lah, walau sebenarnya ada yang mengawasi semua itu, pada kenyataannya hampir setiap masa selalu muncul hal tersebut, ketika semua panik akan kekalahan.

Kampanye Hitam memuat propaganda negatif terhadap perorangan ataupun kelompok bertujuan menjatuhkan. Lalu apakah ini tindakan wajar? Atau tindakan salah? Bagaimana jika dihadapkan dengan suatu keadaan bahwa yang disebutkan itu merupakan Fakta berisikan muatan kebenaran?

Ketimpangan kadang terjadi, terlalu pusing jika dipikirin, terlalu diinjak jika dbiarin. Selamat berkompetisi sajalah buat semuanya, selamat jualan, semoga pada laku, sekiranya barangnya jelek, gak usah maksa buat dibagus2in, kasian yang beli jadi ketipu, sekiranya belum pantas dijual karena masih mentah, ya gak usah dipaksain juga dibilang udah masak.

Jadi pembelipun juga harus cerdas, mending gak jadi belikan dari pada nanti cuma bisa ngoceh dibelakang.haha ini kok jadi ngomongin dagangan ya?

Ya sudah lah semoga dapat di mengerti saja, lumayan banyak yang gak tahu diri, cuma berteriak lantang sebelum jadi, udah jadi nanti, boro-boro buat rakyat, bisa bisa nambah bini, eh kok jadi ke bini ini?

Efek dingin pagi-pagi gini, mana belum punya bini lagi, rumah kebanjiran harus nyapu dan ngepel sendiri, yowes nikmati dan syukuri, sampai jumpa lagi. Tetap waspada akan bergerilyanya para pembual nan penuh janji-janji.

Piss

Post a comment

0 Comments