30 Hari menuju Pesta Demokrasi 2019, Bulan Depan Nyoblos Mak


www.adhisawank.id

Berbeda dengan pemilihan umum sebelum sebelum nya. Pesta demokrasi di Tahun 2019 ini pemilihan dilakukan serentak, mulai dari pemilihan legislatif sampai ke pemilihan Presiden (Pilpres).


Baru saja rasanya melewati Tahun 2014 dimana hiruk pikuk pesta demokrasi terjadi, berbagai timses atau ada yang disebut relawan rela menghabiskan waktunya di Dunia nyata bahkan di Dunia maya memberikan segala bentuk dukungan dengan menyebarkan berbagai macam informasi tentang tokoh yang harus di pilih. Bahkan tak ayal menjadi perdebatan berujung pada permusuhan antar sesama sampai antar keluarga hanya gara-gara beda pilihan. Miris memang, Demokrasi ABG.

30 hari lagi nyoblos Mak, seputar pertanyaan sejak beberapa bulan lalu telah dilontarkan kepada saya, milih siapa di 2019? Pilih no berapa?

Hai hai hai, ajakan menjadi timses/relawan pernah juga menghampiri. Sedikit menarik namun tidak asik. Haha asik gak asik politik. Beberapa kali saya katakan sembari dengan nada bercanda, SAYA GOLPUT!!!
Eeh blm pakek tanda seru deh, ganti ya, Saya Golput. Masih kalem gitu, hari H nya masih lama pikir saya, Pilpresnya masih ada rasa 2014 nya lagi, calon nya itu lagi. Emang gak ada lagi gitu yang berani nyalon? Hehe. Ada perbedaan pada wakil tentunya membuat rasa 2014 berkurang. Adalah ya pengaruh wakil pada Pilpres 2019 ini.

Nah kalau calon legislatif pilih siapa? DPRD Kab/kota, DPRD Prov, DPR RI, DPD, bakalan banyak membentangkan kertas suara, mana gak ada gambarnya lagi, rasanya percuma mereka foto berkali kali sampai dapat foto terkece buat dijadikan modal kampanye. Eh di kertas suara gak dipampang juga. Perlu sosialiasi lagi  boss, mana Rakyat sekarang pada matre matre gitu. Dan sebagian licik. Haha.

Kalau pertemuan perlu oleh-oleh, kalau gak ada paling si caleg di rumpiin pas pulang. Pelit tuh caleg, masa gak dapat apa-apa sih, belum jadi aja udah pelit, apa lagi nanti jadi. Haha capek deh.

Ada di caleg modal besar, uang banyak coi, bebas aja mau ngapain, nah ini doyan nih rakyat nih. Uang saku 200 ribu per orang. Kapan lagi coi makan duit caleg. Haha

Pas jadi rentan Korupsi, paling yang di jual ya nama rakyat, untuk rakyat, demi rakyat, kesejahteraan rakyat, kita perjuangkan rakyat. Jualan bro. Balikin modal sekalian cari keuntungan. 

Begitukah Demokrasi terjadi??

Seperti cerita di atas??

Di media sosial sibuk posting ini posting itu, lagaknya memberikan dukungan paling yahud, udah kayak malaikat aja tuh junjungan, haha.

Kalau di pikir-pikir lagi, disitu pula letak serunya demokrasi, cuma terkadang banyak yang bablas, sampai-sampai menjatuhkan personal, eh ujung-ujung berantem. 

Jujur sampai hari ini saya belum menetapkan pilihan dalam pesta demokrasi 2019, tapi yang jelas 17 April 2019 mendatang harus datang ke TPS, semoga kita bisa berdamai dengan hati dan pemikiran sendiri, masih ada peluang 30 Hari ini buat menentukan pilihan.

Yang jelas saya menentukan Sikap sesuai Undang-undang mengatakan bahwa azas Pemilu itu LUBER DAN JURDIL. untuk ini nanti akan saya bahas di tulisan berikutnya.

Ayoook jadikan Indonesia lebih berkualitas dari pikiran dan tindakan.

Damai & Sejuk

Ngobrol sama saya, Silakan Follow Akun Twitter Saya

Piss

Post a Comment

0 Comments