Nyebur di Sawah Lagi



Semasa Sekolah Dasar sangat sering turun ke sawah, di kampung ku musim tanam dilaksanakan satu tahun sekali, sawah yang merupakan tadah hujan, saat petani di Desa menanam padi termasuk ayah dan mak tersayang yang menanam padi untuk kelangsungan hidup kami, i luv u full my parent, terima kasih bijaksana untuk kerja kerasnya.

Aku bersama teman sekolahan sepulang sekolah terkadang langsung ke sawah untuk memutir (baca :mengambil) tanawan (baca : jamur) di bawah tumpukan jerami yang menumpuk hasil sesudah para petani di Desa panen, jamur itu sangat enak rasanya kalo di tumis, bukan hanya itu kenangan indah semasa kecil, nyebur langsung di sawah untuk memasang pancing (biasa kami menyebutnya dengan memasang tajur) artinya bnyak pancing di pasang dengan umpan dan setelah pancing dipasang kembali kepinggir sawah, duduk di pondok yang ada, kadang berlari dipinggir sawah menangkap belalang untuk digunakan sebagai umpan pancing, tidak peduli lumpur memenuhi badan, air sawah yang berbau khas juga tidak menjadi persoalan. semua sangat terasa senang apalagi saat melihat tajur yang telah dipasang tadi berhasil menagkap ikan, biasa ikan yang terkait dimata pancing adalah ikan gabus dan ikan belut, pernah juga sih pancing ku mendapatkan kura2. hmmm cerita panjang dan seru.

Kemarin hari Kamis, tanggal 6 Maret 2014 kembali merasakan atmosfer nyebur di sawah, berikut Dokumentasi nya :





kerinduan masa kecil seolah terlepaskan, dengan suasana yang berbeda, bertugas di Pertanian memang berbeda dengan latar belakang Sarjana Strata 1 yang aku ambil, tapi ilmu yang pernah aku dapatkan dimasa kuliah dulu bisa aku terapkan di tempat kerja. bukan satu kali orang berkata kepada ku, kok S.Kom kerja di Pertanian? teringat lagunya SLANK yang berjudul PAK TANI ada lirik "ngitung laba beras pake komputer" dengan cepat aku suka jawab begitu. hehehehehe

Terima kasih untuk Petani Desa Mengupeh yang sudah menemani ku mengelilingi sawah, bersama nyebur ke sawah, bapak itu penuh semangat dan siang ditengah terik panasnya matahari saat lintah sawah menempel di kaki ku, dan juga menempel di dada teman ku Andi, Petani itu salut kepada kami berdua yang tidak takut dan jijik terhadap lintah. Tenang kok pak kami juga berasal dari Desa. lintah memang benar menyusahkan, dia menghisap darah, huh apalagi lintah Darat yee, hehehehe
cuma biar bagaimana lintah juga Makhluk Tuhan.

Semoga Petani di Desa Mengupeh terus bekerja keras dan mendapatkan hasil panen yang berlimpah, Aamiin.

Nyebur di Sawah yang tak terlupakan




Post a comment

0 Comments