Mereka bercampur menjadi sampah yang terbuang


Puntung Rokok 

Gambar di atas adalah hasil dari pungutan tangan saya sendiri di Warung Wong 'Ndeso, semua berserakan diseputaran halaman asiknya tempat nongkrong di Warung Wong 'Ndeso.

Satu satu saya pungut sehingga terkumpul hampir setengah ember kecil. Untuk ukuran puntung rokok setengah ember kecil ini lumayan banyak. 

Semua berkumpul dari berbagai merk. Begitu pula ukuran ada yang kecil ada yang sedikit besar, rata-rata sudah pendek semua karena sudah habis oleh ahli hisap. Bagi mereka ini adalah suatu kenikmatan, bagi sebagian orang ini adalah penyakit. 

Kenikmatan yang membawa penyakit?
Atau penyakit yang enjoy saja dinikmati?

Oh sudah lah ini tidak perlu diperdebatkan lagi, saya pun salah satu bagian Anak Negeri ini yang menikmati asap rokok semenjak dalam kandungan Mak, Ayah seorang perokok aktif dan saya tau saat kecil Ayah boleh saya bilang "HEAVY SMOKER" setidaknya 2 sampai 3 bungkus lenyap dalam 24 jam. 

Kata mak lumayan banyak celana panjang Ayah berbahan dasar jadi bolong terkena Api rokoknya sendiri, Alhamdulillah Ayah dapat berhenti sekitar Tahun 1995 atau 1996 gitu ya, lupa-lupa ingat nih, Jelasnya nanti kita ngobrol lagi sama Ayah ya, hehe
Pokoknya beliau berhenti setelah berkali-kali mengalami sakit, sedih kalau diceritakan. 

Kembali ke Jalur dulu nih, cerita tentang puntung rokok dari berbagai merek tadi, ketika jadi sampah tuh mereka dapat saya kumpulkan jadi satu, padahal kita sama-sama tahu kan mereka punya masanya sendiri, dan penikmatnya masing-masing, si A jagokan merk ini, si B jagokan merk ini, si C lain lagi, apa lagi si D, ogah bener ganti rokok lain, sampe ke ujung Dunia di cari asal dapatkan hisapan dia.

Itulah soal rasa yang tak bisa dipaksakan, semua merk memberikan kekhasan nya masing-masing, dan ada pula merk baru dapat pangsa pasar luar biasa, ini di dapat dari inovasi, baik itu iklan, rasa dan juga harga, apalagi kalo yang datang menawarkan cewek-cewek kece badai, yang gak beli aja jadi beli, bener gak sih??

Namun ketika hanya menjadi puntung (sampah) mereka bisa menyatu di dalam ember itu, gak tau lagi dah apa merknya. 
Semua menjadi sisa sisa kenikmatan para ahli hisapny, bahkan dibuang sembarangan saja, meski ada asbak dan tong sampah sekalipun.

Selamat pagi para Ahli Hisap, selamat menikmati hisapan mu, tolong berikan sedikit ruang bagi kami untuk menikmati udara segar di Bumi ini. 

Hmm 2019 Pilpres nih, semoga kita masih dapat bersatu tanpa harus terbuang dan menyatu kembali ketika hanya menjadi sampah. Itupun jika ada seseorang yang berbesar hati mengumpulkan, jika tidak maka satu-satu berserakan membuat kotor halaman. Piss


Post a comment

0 Comments