Satu Makna berarti dari Makam Sultan Thaha Saifuddin


Makam Pahlawan Jambi "Sultan Thaha Saifudin"


Para penggali sejarah biasanya cukup getol untuk mendapatkan informasi seputar objek sejarah itu sendiri. Dibangku sekolahan juga ada mata pelajaran Sejarah, Apakah suatu sejarah itu benar-benar mengandung suatu kebenaran? Atau ada sejarah yang dibuat-buat belaka dengan suatu tujuan? Bertanya-tanya kan jadinya?
Dari pada mikirin itu, mending fokus dulu nih dengan suatu sejarah di Provinsi Jambi.

Ini tentang Pahlawan, selain patung besar dibuat di depan Kantor Gubernur Jambi, Nama beliau juga diabadikan sebagai Nama Bandara di Kota Jambi. Semua pengguna Jasa Pesawat terbang pasti baca dong nama Bandaranya, atau malah pernah foto di tulisan Sultan Thaha itu? 

Bernilai Sejarah
Meyakini bahwa tidak semua orang Tahu kalau Makam Sultan Thaha  berada di Kabupaten Tebo maka dari itu saya menuliskan ini, bukan berarti saya lebih tahu detail tentang Sejarah ini dan berkali-kali pula mengunjungi Makam Pahlawan Sultan Thaha Saifuddin yang berada tepat di depan Masjid Jami Arah Pasar Muara Tebo, Kecamatan Tebo Tengah.

Lewat melintas sudah tak terhitung lah berapa kali, untuk sampai ke dalam seingat saya baru 4 (empat kali) ini dengan momen dan waktu berbeda.
Pertama kali saya kesana bersama kawan-kawan Slankers Tebo Community. Sekitar Tahun 2011 ato 2012 gitu, kali aja kawan2 STC masih ingat detail bisa jadi sejarah kami juga tuh, kita sempat baca Yaasin disana. Dan memang tujuan mengingat pahlawan, nyekar lah bahasanya.
Kedua kali bersama kawan-kawan Komunitas Otomotif Tebo, saya bersama Rombongan Vespa seusai Rolling bersama dalam rangka Hari Pahlawan di Tahun 2017, Ketiga kalinya saya meliput kegiatan dari Lapas Kelas II Muara Tebo dan Bapas, saat itu dipimpin kalapas Ahmad Hardi, mereka melaksanakan bakti sosial bersih-bersih di perkarangan Makam, melibatkan para Warga Binaan, dalam rangka Hari Bakti Permasyarakatan ke-54, sempat prihatin juga dengan tingginya rumput juga terlihat semak disana, suatu apresiasi buat kegiatan ini dari saya pribadi. Harusnya tidak dibiarkan sampai semak sih. Keempat kali saya kesana baru saja kemarin, Kamis 16 Agustus 2018. 

Saya datang berdua teman dari media cetak, digerbang masuk kami sempat ngobrol dengan Bpk Hamdan yang sedang membersihkan Gerbang Makam terlihat banyak sawang, juga cat mulai tidak cerah lagi, beliau mengutarakan beberapa keluhan sih, untuk keluhannya sengaja tidak saya posting disini, biarkan menjadi konsumsi obrolan kita saja. Kami berlalu untuk masuk ke dalam, perkarangan terlihat bersih, cat putih hitam di bagian pinggir jalan menuju masuk juga kelihatan baru dicat, mantap nih, memang sih ini mau menyambut HUT RI ke-73, kabarnya akan ada Renungan Suci disana. 

Pegal juga nih tangan ngetik cerita singkat ini, boleh dong saya Ngopi dulu, angkat gelasmu kawan.

Lanjut ya, saya coba membaca kembali sejarah tertulis didekat Makam Sultan Thaha, kalian bisa baca juga kok, ini tulisan nya saya foto :

Catatan Sejarah

Coba deh baca paragraf ke empat, menceritakan politik adu domba Belanda, betapa hancurnya suatu pondasi persatuan disebabkan oleh Adu Domba, inilah pesan penuh makna dapat kita petik, sampailah pada pertikaian, lawannya jelas Belanda. Mungkin tetap ada juga kali ya orang Indonesia yang telah terhasut Adu domba tersebut.

Ayoo kita sama-sama berfikir dan bisa berbuat di Negeri Seentak Galah Serengkuh Dayung ini, melawan politik adu domba, sepertinya sistem feodal belanda masih ampuh buat diterapkan di Kabupaten Tebo, kalian siap untuk Melawan??? Gass dong kawan!!

Oya selama berada di dalam, ada 2 anak muda berkunjung, dia laki-laki dan perempuan, teman saya sempat nyeletuk "mereka mau pacaran bg" haha gak mungkin lah ini makam pahlawan, guyonan ringan dari teman saya lumayan buat ngisi obrolan kita.

Saya lihat mereka foto-foto, biasalah anak jaman now, sampai di Makam, saya bertanya langsung "dari mana dek?" Anak IAIN lg kukerta bg, ooh UIN kata saya, kan IAIN udh ganti gk sih?, mereka jawab iya. Ternyata itu anak yang sedang KUKERTA alias kuliah kerja nyata. Soal nya kurang yakin juga sih kalau anak asli Muara Tebo yang masuk, hehe maaf nih kok jd suuzon gini, maaf ya, buktinya saja saya anak Tebo, sudah 4 kali kok masuk, kalo kalian sudah berpa kali? Dan ngapain? Ceritain dong, penasaran, hehe Kepo kali lah.

Terima kasih Pahlawan kami "SULTAN THAHA SAIFUDIN"

Merdeka!!!!

Semoga makam mu selalu mendapat perhatian rutin dari pihak terkait, dan bisa lebih tertata lagi pengelolaannya, ini bagian dari Sejarah Perjuangan.
Piss

Post a comment

0 Comments