Dorongan nyaleg itu tumbuh & berkembang, haruskah mencalonkan diri??


Ilutrasi, sumber : internet

Beberapa dorongan sempat muncul ke diri saya, lebih kurang hasutan itu sama, "enak kau nyaleg be, kawan kau banyak". Kalimat yang sama lebih kurang jadi acuan mereka melepaskan amanat ke saya untuk terjun ke dunia politik. Pernah juga tawaran masuk partai politik hadir, namun sampai saat ini saya belum tertarik hadir mencalonkan diri sebagai calon legislatif. Mengacu kepada diri sendiri yang masih minim pengalaman, masih minimnya keuangan, masih minimnya pergaulan, masih minimnya wawasan. Lantas apa penyebab dan alasan besar harus mencalonlan diri sebagai caleg, dengan visi dan misi demi rakyat, atas nama rakyat, sedangkan jadi rakyat saja masih dikategorikan tidak baik.

Punya banyak teman pun bukan tolak ukur dapat menang dan duduk manis di kursi terhormat (katanya) , toh pada kenyataannya jangankan teman, saudara sendiripun terkadang ogah memilih kita hanya karena kurang modal, silaturahmi gak asik atau alasan sakit hati. Pemilihan langsung rentan kepada politik uang, rasa-rasanya bukan lagi rahasia, kitapun sering mendengar kata "serangan fajar" istilah ini telah lantang dan dikenal masyarakat, bahkan dengan bercanda ataupun memang serius mereka berkata "sedang menunggu serangan fajar" bukan lagi malu, bukan lagi canggung, dengan alasan termasuk kategori logis, masyarakat berucap "sekarang ni lah makan duit orang tu, mereka udah jadi besok mana ingat sama kita". Parahnya negeri ini, bahaya ketika makin banyak  pemilih berorientasi seperti ini. Meski kalau di kaji, apa yang mereka sebut itu benar, namun miris rasanya, apakah semua caleg seperti itu? 

Lantas apa sih kerja mereka nanti jika sudah duduk di kursi empuk itu?

Benar-benarkah menyuarakan aspirasi rakyat yang mencoblos mereka? Berbuat adilkah mereka?

Surat kabar beberapa hari kemarin hampir menyeluruh memuat berita tentang DPRD malang ditangkap KPK, berikut salah satu koran harian jambi :


2019 tinggal hitungan bulan, masa kampanye juga tidak lama lagi, lagi-lagi kita di hadapkan dengan pilihan, siapa yang layak kita pilih agar duduk sebagai wakil rakyat (katanya), keluarga sendirikah? Teman dekatkah? Yang memberi duitkah? Yang berbuat untuk rakyatkah?

Perlu tips n trik juga sepertinya memilih wakil rakyat ini, nanti deh saya kan tuliskan tips n trik memilih versi saya. Hehe.

Terima kasih kepada beberapa orang yang sempat mengucapkan kata mendorong saya untuk nyaleg, itu berat, menurut saya harus ada beberapa hal dulu dalam diri kita baru deh nyaleg, diantaranya berikut ini :
  1. Harus siap mental (udah jelas)
  2. Harus ada restu kedua ortu dan keluarga
  3. Harus kuat finansial
  4. Harus sudah sering berbuat untuk rakyat, meski hanya turun untuk gotong royong bersama.
  5. Harus menjadi kepala keluarga yang dapat tegas dengan istri dan anak
  6. Harus sudah berbuat dulu untuk keluarga, kalau dengan keluarga sendiri saja sombong, mikir dlulah mau nyaleg
  7. Harus peduli dengan lingkungan
  8. Harus sudah tobat jadi playboy, haha
  9. Harus dan harus banyak lagi hal-hal lain yang ingin saya tuliskan, cukup segini dulu, kalau ada kawan-kawan mau nambahin, kasih masukan dikolom komentar, trims
Intinya mikir banyak-banyak dulu, selama 5 tahun nanti kita akan punya tanggun jawab besar, menepati janji dan berbuat benar-benar untuk rakyat, bukan hanya nyanyian setuju seperti bagian lirik lagu milik iwan fals yang belum terjawab. Hehe

Yang sudah 1 periode dan 2019 mau nyaleg lagi, coba deh tuliskan dan kirim ke saya, atau buat catatan sendiri dan lempar ke publik, selama 5 tahun kemarin ngapain aja? Dan apa sebab masyarakat hrus kembali memilih mu?

Post a comment

0 Comments