Pemilu 2019, Bagusnya Milih Siapa Ya?


Sumber foto : internet

Tahapan Kampanye berdasarkan jadwal yang dirilis Komisi Pemilihan Umum (KPU) dikutip dari laman infopemilu.kpu.go.id dimulai sejak tanggal 23 September 2018 sampai dengan 13 April 2019, baik itu  kampanye calon angota DPR, DPD, dan DPRD serta pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden.

Sebagaian dari Kita telah menentukan pilihan jauh sebelum masa kampanye, terutama meliat geliat dari pengguna media sosial yang ada. Sebagian besar telah hiruk pikuk sebelum masa kampanye. Bahkan salah satu teman mengatakan bahwa “pilihan saya tidak akan pernah berubah sejak Tahun 2014 silam, sampai mati tetap itu” nah ini militan loh, artinya apapun keadaan, pilihan tidak akan pernah berubah, saya coba bertanya “mengapa begitu?’ jawabnya singkat ‘calon nya tetap Cuma orang yang sama, beda diwakil doang” saya menimpali “pilpres rasa yang pernah ada ya” haha diakhiri dengan canda tawa kita sembari kembali menyeruput kopi yang ada.

Percakapan kita diatas terkait Pilpres, saya terkadang mikir, kok Cuma Prabowo dan Jokowi Saja yang berani mencalonkan diri sejak 2014. Jadi berasa Pilpres yang lama saja, Tapi dengan adanya wakil yang berbeda dari kedua belah pihak dan juga parpol pendukung yang berbeda akan memberikan warna yang berbeda pula. Ditambah lagi setelah No urut yang berbeda, jika 2014 no urut 2 menang, bagaimana dengan 2019 nanti? Akankah no 2 akan kembali menang? Banyak pula pilgub, pilbup dimenangkan oleh no urut 2 loh. Apakah sesakral itu nomor urut?? Aah sudahlah tidak usah lagi percaya tahayul apalagi sampai musrik. Jika nanti 2019 banyak no urut 2 menang, percayalah itu hanya kebetulan saja. Dan jika no 1 yang menang, ini adalah jawaban bagi kalian mempercayai tahayul/mitos, bahwa no urut bukanlah sesuatu yang harus diperdebatkan. 

Oke, yang unik di 2014 dulu ada lagu salam dua jari, ini sontak populer sampai ke pelosok negeri, meski telah beda no urut, gpp kali ya kecoplosan nyanyi salam dua jari, hehe

Cukup dulu kita ngomongin Pilpres diakhir pekan yang cerah ini, cobain ngomongin calin legislatif dulu yuk, kalian sudah punya pilihan belum?? Nah, saya sendiri masih bingung mau milih siapa di antara banyaknya pilihan yang ada. Kabarnya nanti pada saat pemilihan di 2019, kita akan disodorkan Kertas Suara yang berwarna warni, asiik dapet kertas bagaikan pelangi, haha.

Sampai hari ini belum ada yang datang kerumah mengajak untuk memilih salah satu calon, suara hp pun tidak terdengar ada panggilan masuk terkait pemilihan umum, memang sih saya tak berharap banyak, malah berharap ada panggilan masuk orang bayar hutang, ngutangnya gampang, bayarnya susah, bahkan mendadak jadi galak, pura-pura gak tahu, ini nih penyakit penghutang. Bener kan??
PEMILU 2019, BAGUSNYA MILIH SIAPA??
Muncul pertanyaan nih, seperti tadi saya bilang, sebagian tidak merubah pilihan sejak Tahun 2014, baik presiden maupun caleg, karena calonnya masih sama. Cuma beberapa caleg mungkin pindah partai, no urut dan ada pendatang baru. 

Sedikit tips dari saya untum pemilihan 2019, disimak baik-baik dan boleh di catat besar-besar dan tempel di dinding kamar mu kawan. Jarang-jarang saya memberikan tips begini. Haha

Pertama, lihatlah aspek Agama. Mengapa ini menjadi yang pertama? Karena jika dari kata Agama  terdiri A berarti Tidak dan Gama berarti Kacau, nah Agama artinya “Tidak Kacau” alias ada aturan disana. Para Tokoh dan orang beragama pahamlah itu. Mari sama-sama lihat dan gali para calon tersebut satu persatu. Jangan hanya rajin ke Masjid dan berjamaah untuk mencari suara, memberikan bantuan/sumbangan sekedar menarik minat. Sayang sekali masjid ataupun tempat ibadah lainnya kemudian ditinggal bahkan tidak pernah dikunjungi lagi setelah nanti terpilih. Miriskan? Banyak toh yang tiba-tiba masuk masjid saat dekati pemilihan? Kadang saya berpikir, mengapa gak setiap hari saja pemilihan umum. Hehe selain masjid, mak mak pengajian bakalan tiap hari nih tukar Jilbab. Oh  No, sudah saatnya bersikap ya Mak-mak. Say no to Money Politik.

Kedua, lihatlah Aspek Keluarga caleg, ini juga penting karena banyak robohnya Caleg ketika terpilih adalah karena Keluarga mereka sendiri. Lebih mementingan kepentingan keluarga diatas kepentingan umum. 

Ketiga, lihatlah Aspek Track Record Caleg, bingung ya tentang track record? Ya udah di Indonesiakan saja, artinya Rekam Jejak si Caleg, bisa di telusuri dari kegiatan yang sudah-sudah. Jika caleg terdahulu mau nyalon lagi, itukan bisa kalian rasakan yang diperbuat mereka untuk wilayah Dapil pemilihnya. Apakah adil dan merata? Jika caleg adalah pendatang baru, bisa dilihat dari rekam jejak mereka selama ini, kenali itu, gampang kok sekarang kan jaman sudah canggih, rata-rata si caleg punya akun sosmed, kepo in aja terus, dari postingan mereka sedikit dapat pencerahan. Atau lihat dari mana asal mereka, kepo in di kampung mereka, jika orang dikampung mereka sendiri banyak yang tidak suka, bagaimana dengan kampung lain coba?? Tapi untuk hal ini kita jangan cepat memvonis seseorang, terkadang dibenci dikampung sendiri, disukai dikampung orang, soal penyakit hati, iri, dengki dan turunannya tak jarang membuat hal ini dimanfaatkan orang lain memecah kita. So, sadari itu. Jadilah pemilih cerdas. 

Keempat, lihatlah Aspek Gaya Hidup si caleg itu sendiri, untuk ini bisa kita lihat sendiri atau dapat informasi daei orang lain, bahkan teman sendiri boleh dong gak kita pilih karena memang menurut kita gak layak kita pilih, setuju gak? Waspada nanti dibilang gak mau bantu teman, hehe memang susah ya pemilihan umum ini, membuat bingung. Hehe

Kelima, lihatlah Siapa disekeliling mereka. Teman siapa, keluarga siapa, maennya dimana, terkhusus lagi Timses mereka. Tak jarang caleg ketika jadi malah lebih galak Timsesnya, hehe 

Cukup lima dulu ya, jika kalian masih bingung maka tidak ada salah nya baca ulang lagi dari atas. Haha

Manfaatkan masa kampanye, dapat melihat jejak rekam si caleg. Apa yang nanti akan mereka perbuat, namun ini kadang bagaikan hutang, enak ngomongnya, manis janjinya, susah bayarnya. Jika si Caleg pernah punya Hutang dan belum bayar, gak usah dipilih. Titik!! 


Post a comment

0 Comments