Nasehat tersirat dari Santri diseberang lautan


Kak Sinta kecil pernah pakai Kaos Slank, hehe

Kemarin pagi tepatnya Hari Minggu 7 Oktober 2018, suara Handpone berdering membuat diri bergegas untuk mengangkatnya, kebetulan memang baru kebangun, waktu hampir pukul 7 atau 8 pagi gitu, lupa lihat jam sih. Akan tetapu sadar bahwa bangun kesiangan dan Shilat Subuh tidak dilaksanakan. Penyesalan itu pasti, efek dari Duniawi terlalu sibuk. Jadi teringat kata-kata dari Ustad Yusuf Mansur "Sibuk Tiada Henti, Kurang Tiada Cukup"

Kembali ke cerita suara hp berdering, panggilan dari saudara perempuan saya, namun kali ini yang berbicara adalah anaknya bernama Sinta, seorang bocah beranjak gede telah masuk ke Sekolah Tingkat Pertama, duduk dibangku kelas 1, dia nyantri alias mondok di salah satu Pesantren Darul Qur'an diseberang lautan sana. Niat dan kemauan dia yang kuat tentu menjadi semangat pula buat Ayah dan Ibu nya. Kali ini kedua orang tua beserta adiknya Alan sedang mengunjungi dia. Akhirnya kita bisa ngobrol melalui sambungan HP.

Saat itu kita jalan pagi ke Sawah

Masih SD

Ust YM disebelah Kak Shinta

Tanya jawab antara kita berdua berlangsung cukup singkat, pertanyaan seputar Kabar, kak sinta bilang kalau dia sehat, Belajarnya enak, giat, asik dan semangat, Semua itu terdengar dari suaranya bercerita dengan penuh antusias. Sampailah kepada dia bertanya "sudah ada belum?" Pertanyaan ini seperti seorang dewasa saja, tentang jodoh ini pasti, tau dia kalau paman nya alias Bushu panggilan akrab dia ke saya. Permintaan nya, kalau sinta nanti tamat bushu harus sudah Nikah. Do'a in ya kak. Semoga permintaannya terkabul. 

Benar-benar terharu mendengar pertanyaan dan permintaan dia. Tidak hanya sampai disitu, dia juga berpesan "Jangan lupa Sholat Subuh Su" ini sungguh pesan singkat yang menggugah. Dia cukup tahu kalau terkadang pamannya bangun kesiangan. Terima kasih nak. Teruslah belajar penuh semangat agar engkau Istiqomah menjadi wanita Muslimah nan penuh Ilmu, menyebar virus kebaikan di Dunia ini, menuju surga tentunya, menjadikan kebahagiaan kedua orang tua, adik dan Keluarga tentunya. 

Teruslah menjadi Inspirasi dan penasehat, tidak selamanya yang duluan hidup lebih pintar dari dirimu, bushu tak akan sungkan dan marah atas omongan lantang mu, ceritakan dan teriakan langsung saja. Itu akan lebih baik, jika menulis saat ini mungkin bushu lebih jago dari kak sinta, untuk ilmu agama bushu yakin saat ini lebih jago kak shinta. Esok lusa siap yang tahu, bisa saja kak shinta akan lebih jago menulis dari pada bushu. 

Tak ada kalimat "anak kemaren sore" buat bushu, anak kecilpun ada merupakan suatu pembelajaran tentunya. Gass terus, jika nanti engkau pulang, bushu siap menjadi murid untuk belajar. 

Dekat sama keponakan yang masih kecil sampe mulai gede itu asik, semoga kalian kompak selalu, saat ini tidak hanya kak sinta yang jadi Santri, ada Farid juga, meski komunikasi sama dia cukup lama terputus, mendengar kabar dia nyantri cukup menyenangkan, kita pernah jalan bareng kok, salah satunya kità berempat pernah sama-sama ke pasar malam di lapangan merdeka, keseruan kalian bertiga sempat bushu dokumentasikan, lihat deh foto dibawah ini :

Alan, Sinta dan Farid sedang Mancing di Pasar Malam

Jika Asrama dan Ilmu Agama kalian serap sejak dini, bushu yakin nanti gedenya kalian akan menjadi generasi yang kuat dan bertoleransi tinggi, teruslah belajar nak.

Ceria terus

Foto diatas dijepret disaat kita berkunjung ke Rumah nyai pik, saudara perempuan datuk kalian, formasinya belum lengkap, masih ada kak put, farid dan adek kaisan belum masuk.

Anak-anak jaman now, mereka bergaya melihat contoh, tanpa komando mencoba bergaya dengan sendirinya, dipastikan itu bukanlah kampanye, hanya sekedar ekspresi kecerian kita bersama, mohon untuk tidak disalah gunakan ya fans. Haha

Sekian dulu, piss selalu untuk kita semua.
Tulisan ini akhirnya rampung di teras masjid Raya Kota Bangko, Senin 8 Oktober 2018

Post a comment

0 Comments