Khotib yang bikin Malu di Jum'at lalu


Sang Khotib di atas mimbar


Telah berlalu saja 2x Jum'at, namun hari senin 5/11/2018 baru bisa saya menuliskan pengalaman berbeda dengan 2 Jum'at yang telah berlalu, ini pengalaman di Hari Jum'at 26/10/2018. Sempat terlintas mengurungkan niat untuk menuliskan pengalaman ini, namun ada 3 orang di akun fb saya berkomentar, mensupport tulisan ini harus terbit. Terima kasih atas supportnya, sebenarnya inipun hanyalah pengalaman biasa dan bisa jadi sudah pernah di alami banyak orang.

Saat itu saya berada di Muara Bungo bersama salah satu orang tua yang saya panggil om sekaligus bisa jadi teman, kita memang beda umur, beda pola pikir dan berbagai perbedaan lain, ada satu kalimat dari om tersebut 'kita kuat dari perbedaan'

Hari itu tepat akan memasuki Waktu Sholat Jum'at, kita berdua segera singgah ke salah satu Masjid yang berada tak jauh dari Jalan lintas, sebagai makmum rutin setiap Jum'at saya cenderung selalu penasaran dengan Isi Khotbah yang disampaikan Khotib, Asupan gizi bagian rohani secara gratis terus bisa di dapat setiap Hari Jum'at.

Berulang kali khotib menyampaikan seputar Sholat 5 Waktu berjamaah, khotib selalu menekankan dengan gaya sampaiannya yang menusuk langsung ke hati, berasa dibuat malu oleh Khotib saat itu, seakan corong pengeras suara berada tepat di sebelah kuping saya, sungguh ajakan menarik, selain 27 derajat lebih baik, banyak lagi pelajaran penting dalam berjamaah.

Cukup malu memang, ketika azab berkumandang, saya lebih asik dengan smartphone ini, membaca status di medsos ataupun menulis, ketika suara azan datang malah asik ngobrol dan nongkrong ngobrolin isi Dunia, seakan hidup ini kekal selamanya, rasa-rasanya belum lah cukup finansial untuk berhenti mencari di Dunia ini, bahkan saat tulisan ini mau diselesaikan, saya masih asik menikmati hangatnya sekoteng sedangkan suara azan telah lantang dari masjid, menandakan Isya telah datang. Perjalanan masih cukup panjang, ayoo segera habiskan sekotengnya, kita harus mencari masjid terdekat, singgah dan sholatlah. Bismillah
Sekoteng nan hangat

Terima kasih pak Khotib

Post a comment

0 Comments