Berbahagialah pakai Sendal Jepit, karena merupakan Sendal Menuju Surga


Doc. Pribadi
Di potret di depan pintu masuk Masjid Al-Ittihad
Kabupaten Tebo

Sebagian orang minder menggunakan Sendal Jepit, sebagian lagi malah menyukainya, kalau anda termasuk yang mana?

Akrab dengan sandal jepit dalam keseharian, sudah semacam kebiasaan bagi saya. Perkara orang mau bilang apa, itu no sekian. Jika nyaman ya tetap jalan, lagian tidak pernah merugikan orang. Sandal berbahan Karet dijual seharga 10 ribu ini ternyata memang enak buat di pakai kemana-mana, ketempat wisata, ke pasar, ke pantai, ke Mall, dll. 

Tak jarang ketika sandal ini kita pakai, cibiran juga terdengar, bahwa selayaknya kita pakai lah sandal yang sopan, waspadalah terhadap penilaian kesopanan itu sendiri, ketika menilai orang lain menggunakan Sandal Jepit dengan nada sinis, apakah itu termasuk sopan??

Siapa saja orangnya pembenci Sendal Jepit, sekurang-kurangnya pernah memakai Jasa Sendal tersebut disaat mengambil Wudhu di Masjid, atau barang kali hanya sekedar singgah untuk membuang hajat yang telah lama terasa saat berkendara.

Ternyata setelah saya analisa secara Spontan, Sendal ini telah lama menjadi Media mengantarkan Orang untuk mengambil Wudhu, tidak berlebihan rasanya jika sendal jepit ini disebut salah satu Jalan Menuju Surga. Maka berbahagialah pakai Sendal Jepit.

Sampai disini kok saya baru menyimak ternyata menulis 2 perbedaan , satunya sendal, satunya sandal. Mana sih yang benar? Sekian dan silakan simpulkan sendiri, ingat ini bukan untuk diperdebatkan. Saya yakin kalian sudah mengerti.

Tulisan terkait sendal Jepit juga pernah saya tulis sebelumnya, silakan klik Sandal Jepit Lebih Asik

Post a comment

0 Comments