Pria Kesepian Jatuh Cinta di Bulan Desember


Ilustrasi, sumber foto : Googling

Tidak terasa hari ini sudah 1 Desember 2018, artinya sudah memasuki akhir Tahun. Rasanya baru saja kita bercengkrama menikmati secangkir kopi dan rentetan tulisan menarik tertuang dalam catatan dinamakan Resoli di bulan Januari lalu. Waktu berlalu tidak pernah akan kembali, cerita indah bisa saja kita ingat untuk dikenang kemudian dijadikan bahan renungan sebagai acuan melangkah ke Tahun depan. 

Apa cerita indah mu kawan dalam Tahun 2018 ini? Bolehkah saya tahu? Ceritakan dong, kirim tulisannya kemari melalui email atau berikan melalui kolom komentar dibawah. 

Atau barang kali malah ada keluh kesah serta catatan buruk di Tahun 2018 ini? Atau malah Ikrar Sakral di depan penghulu malah terjadi di Tahun ini? Selamat ya kawan-kawan, semoga SAMAWA Alias Sakinah Mawadah Warohmah, ngomongin ini kok saya malah jadi Baper ya. Apalagi ditambah sisa hujan tadi malam plus obrolan bersama abang-abang dan teman seputar rencana kedepan Tebo Top serta sentuhan seputar Cinta, memotivasi Pria Kesepian. Hiks, sedih ya kok Akhir Tahun juga masih sendirian. Kalau naik Vespa tidak ada goncengan, Naik Sedan Totoya Corolla DX merah pun juga disebelah Kursinya Kosong, hmmm Lambor Kok Gini? Eh iya kan bukan Lamborghini, haha. Alhamdulillah ya masih bisa tertawa, kata Warkop itu Tertawalah sebelum tertawa dilarang.

Baiklah kawan-kawan, biar saya tidak terlalu dalam baperan, maka dengan ini saya jelaskan bahwa Pria Kesepian Jatuh Cinta di Bulan Desember ini masih sebatas Khayalan, sebuah mimpi yang ingin di wujudkan, agar Nyai, Ayah dan Mak berfikiran tenang, melihat Anak Bujang meminang Seseorang, duduk Bahagia dipelaminan, Indah bukan? Seperti Pelangi datang setelah Hujan Menghilang.

Mohon Do'a nya ya kawan-kawan, agar segera terjawab pertanyaan Tahunan orang-orang, masih satu irama dalam pertanyaan yang kental "Kapan Nikah?" Aduh kok di Indonesia ini KEPO NIAN. hehe laju keluarkan bahasa Jambi nya, Ngeriiii nian, semoga tetap asik hidup di republic kepo ini, cenderung sibuk mengurusi hidup orang, hidup sendiri malah terabaikan.

Yuk ah kita saling toleransi tanpa ejek-ejekan, takut nanti malah memunculkan perpecahan, bukankan damai jauh lebih mententramkan??

Asli ini, meski sudah saya coba mengalihkan pikiran, namun masih terbesit kalimat "Pria Kesepian Jatuh Cinta di Bulan Desember"

Sebuah ungkapan perasaan, memang di ambil dari judul lagu miliknya Sheila on 7, Band Asal Jogja tersebut sangat piawai menulis lirik, sehingga saya pun bercermin dan bertanya Seberapa pantaskah kau untuk ku tunggu, cukup indahkan dirimu untuk selalu kunantikan?

Tambah deh baper saya kalau mengulas tentang cinta di Album Sheila on 7 itu, fakta menariknya, Album yang dirilis 26 Maret 2002 itu berjudul 7 Des, saat itu saya masih duduk dibangku SMA. Punya kaset pitanya, ingat banget dibagian Cover Album tersebut ada gambar payungnya. Maksudnya apa ya? Hanya Eross candra dkk lah yang tau tentang itu, namun sekarang saya hanya bisa beropini bahwa itu mencerminkan kalau Bulan Desember merupakan bulan Musim Hujan, jadi sedialah payung sebelum hujan. Pria kesepian juga perlu persiapkan calon sebelum ke pelaminan. Klop kan ya? Haha secara teori kok tentang jodoh ini asik banget ya, nemunya cepat. Still yakin saja deh bahwa Allah akan mendatangkan Jodoh pilihannya. Bagi kawan-kawan bernasib sama, ayoo ceria dong dan berfikir positif akan omongan miring mereka tentang kita yang belum menemukan jodoh. Bukankah Jodoh itu misteri? Begitu pula Kematian dan Rezeki. Kita tidak pernah tahu kapan datang, berapa banyak, rezeki yang seperti apa? Punya teman baik itu juga rezeki loh, apa lagi kalau dapat jodoh terbaik, nah lagi-lagi ini juga rezeki. Aamiin. 

Bener deh, saya makin baper, maaf ya kali ini bukan bawa perasaan, tapi bawaan laper. Haha sudah hampir mendekati pukul 09.00 WIB nih. Belum sarapan, wah coba ada Istri, enak kali ya bisa sarapan bareng, ada yang bilang "bang ini kopi nya" cie cie. Hehe

Sekian dulu aaah, takut nanti tambah dalam, selamat berakhir pekan teman-teman.

Mohon Do'anya ya kawan-kawan.

Piss

Post a comment

0 Comments