Secangkir Kopi Hitam mulai Kering ditengah Ide-ide yang tak ingin mengering

Doc. www.adhisawank.com

Secangkir kopi hitam khas Jambi di depan tempat duduk ku telah mulai mengering, waktu terus berlalu hingga pukul 02.10 WIB dini hari, 3 orang teman ku terus berbincang tentang berbagai macam pengalaman mereka, ide-ide terus keluar seiring udara dingin menusuk tulang. Dan aku lebih banyak memilih untuk diam sembari mendengar. Teringat ada Kalimat berbunyi "Kita Mempunyai Dua Kuping dan Satu Mulut, artinya banyaklah mendengar dari pada bicara". 

Secangkir kopi di atas meja yang telah mengering meninggalkan ampas pahit, sedikit manisnya gula turut larut disitu, dapat menggambarkan bahwa pahit manisnya kehidupan masih tetap ada dalam keadaan hidupmu mulai mengering, hehe. Seperti terasa dipaksakan memang, percayalah bahwa suatu keyakinan memberikan Semangat luar biasa. 

Menulispun turut berhenti ketika teman memint pendapat dari ku, dengan gaya santai aku mulai berceloteh meluapkan uneg-uneg yang ada, apakah cara penyampaiku masih ada kekurangan atau kurang berkenan bagi mereka, selalu berupaya belajar kembali caranya bertutur agar supaya berfaedah dalam hidup ini. 

Seiring waktu berjalan, tak terasa hampir setengah 4 subuh, kita pamit pulang, 2 orang teman ikut ke rumah ku. Kita masih meluapkan cerita tentang mimpi bersama, menyempatkan diri membeli 6 bungkus mie Instan, 3 buah telur Ayam dan 2 buah sosis. Sampai dirumah, jurus koki ku mulai berjalan menuju wilayah Dapur dan sekitarnya, Mie Instan siap di masak, sembari memasak air ditungku sebelah untuk 3 cangkir Kopi kembali, kali ini Bukan Kopi Hitam, selingkuh dengan Kopi Instan menjelang Pagi datang. 

Suara Azan berkumandang lantang dari Masjid Agung Al Ittihad, Subuh pun usai. Teman ku mulai terbaring dan tak terdengar lagi suaranya. Jari mu coba menari di atas keyboard Laptop, mengetikkan laporan yang tertunda. Tulisan ku terhenti sejenak, mata tak bisa kompromi ing tidur, sekejap lalu terbangun. Lanjut menuliskan ini sampai titik penghabisan. Ceritanya masih sama, di dalam otak masih punya banyak mimpi yang belum terwujud. Sabtu pagi menyambut, Harus bisa mewujudkan mimpi-mimpi yang belum terbeli.

Bismillah.

Piss

Post a comment

0 Comments