Ramah Itu Penting


Smile : sumber foto internet
www.adhisawank.id

Bercerita tentang ramah, tidak lepas dari tegur sapa, salam senyum sumringah, suka menolong tanpa pamrih, sopan dalam berkomunikasi baik dengan yang sudah kenal maupun belum. Itulah beberapa sifat yang terkandung dalam perilaku ramah. Negara kita ini juga sering dikenal dengan keramah tamahannya. 

Bergaul dengan orang yang ramah dapat menimbulkan rasa bahagia. Ada energi baik yang muncul, Dan apakah Ramah itu Penting?

Ternyata sangat penting, karena ramah lebih kepada sikap komunikasi tubuh yang begitu cepat menjadi penilaian seseorang kepada seseorang. Maksudnya disini, ramah bisa menjadi tolak ukur penilaian pertama perjumpaan kita terhadap orang yang baru kita kenal, dan hal ini bakal diingat dalam jangka panjang. Ramah bukan berarti harus lebay alias berlebihan, sadar ataupun tidak, terkadang kita sudah mencoba ramah, malah penilaian seseorang belum juga puas, jadi terkadang saya mikir lagi, ramah yang bagaimana yang diinginkan? Hehe. Mungkin saja tingkat keramahan itu ada kadarnya ya. Mulai dari 0 % hingga 100 %. Bahaya juga kalau sudah begini. Hehe. Sejauh ini, apakah kita sudah ramah? Bolehlah kita jawab sebagai bahan intropeksi diri, kita sendiri orang paling pertama akan menyadari hal itu, selanjutnya adalah penilaian orang. Sebagian mungkin akan berfikiran bahwa tidak terlalu penting atas penilaian orang lain, namun ini menjadi penting untuk berjalan ke depan. Ada masanya kita menyadari dan bergumam "apa yang salah ya dariku, apakah aku kurang ramah?" Sebelum gumaman itu hadir, cobalah untuk menyadari lebih awal. 

Kalau kita adalah seorang yang cuek dan tidak peduli penilaian orang, maka perlu untuk belajar ramah, apalagi yang berkerja dalam pelayanan. Ramah menjadi sangat penting, begitu pula bagi yang berstatus sebagai penjual, tanpa keramahan akan berkemungkinan hilangnya konsumen.

Ya sudah, Ayoo ramah-ramah jangan marah-marah. Sekian dulu kawan-kawan, semoga bermanfaat ya. 

Piss

Post a comment

0 Comments