Terima Kasih Tuhanku Yang Esa ALLAH SWT


Ilustrasi : net

Musim kemarau datang lagi, panas sangat berasa menyengat, sungai batang hari mulai surut, pasir dan bebatuan telah nampak jelas mulai dari pinggir hingga ke tengah, sumur-sumur warga mengering, kebakaran acap kali terjadi, ini yang sedang terjadi disini. 

Semua berteriak bahkan sampai mengeluh akan sengatan mentari, bukan hanya manusia, lihatlah tanamanpun seiring mengering dan layu. 

Rindu ya hal ini menghadirkan suatu kerinduan, kerinduan akan turunnya Hujan, Terima Kasih Tuhan, atas kemarau ini yang memberikan banyak hikmah tak terhingga & pelajaran berarti untuk muhasabah diri, yakin bahwa yang engkau Hadirkan selalu mempunyai arti dan makna untuk kami, terlihat semua menjadi Kompak untuk berjamaah meminta kepada mu agar hujan diturunkan, semoga penghambaan Kami menjadi lebih baik lagi, Terima Kasih Tuhanku Yang Esa "Allah SWT"

(Ditulis disaat menunggu someone yang sedang mengukir henna, Bungkal Sabtu 24 Agustus 2019)

Post a comment

0 Comments