Belajar Mandiri dan Memberi dari Seorang Nenek Tua


adhisawank

Seorang wanita paruh baya bernama Kartini kembali melintas di depan Kantor ku pagi ini, ya inilah sebuah tempat yang lebih akrab kami sebut Sekre, terkadang aku mulai menyebutnya Kantor, bisa jadi ini adalah ucapan kalimat positif tentang sebuah mimpi, penyebutan kantor ini pula awalnya didorong oleh seorang wanita muda yang ku kenal belum begitu lama. Dorongan motivasi itu menjadi bersemangat walau kami lakukan dengan gaya bercanda.

Oke kembali ke cerita nenek kartini saja, ini lebih menarik dan menyentuh hati untuk hidup Mandiri dan Memberi, Hari ini Jumat 1/11/2019 adalah kedua kalinya aku bertemu langsung sama nenek kartini, saat 2 orang anak muda bertamu di kantorku. Tengah mengobrol santai, nenek kartini lewat menenteng 2 karung kresek di tangan kanan & kirinya. Terlihat tertatih namun pantang menyerah, hal ini masih sama seperti di awal aku bertemu. Sekejap aku meminta shinta untuk memanggil nenek tersebut untuk singgah, aku pun keluar dan bertanya, nek brp harganya? (Aku bertanya akan buah kuini yang dbawa dalam karung kreseknya)
(Ditulis hari jum'at 31/10/2019)

Buah kuini jualan nenek kartini

Nenek kartini menjawab, 10 rbu 6, sayo beli 20 rbu nek, dengan sigap nenek mengeluarkan buah kuini tersebut dan meletakkannya di lantai teras kantorku, uang sejumlah 30 ribu rupiah aku berikan ke nenek kartini, ini lebih dan nenek kartini menolak untuk menerima, aku memaksa untuk beliau mengambilnya, dan beliau segera pula menambahkan buah kuini untukku. Hari ini pula aku mengetahui nama nenek ini adalah kartini, dimana saat pertemuan pertama aku hanya melihat dan berupaya memberikan segelas bubur kacang hijau kepada beliau, namun saat itu pula beliau menolak, tidak mau sama sekali menerima dan pergi berlalu dengan barang jualannya.

Beberapa orang yang tidak jauh dari ku saat itu berkata bahwa nenek kartini memang tidak mau untuk meminta dan sdh biasa untuk menolak, dia malah menawarkan sesuatu yang akan dijualnya. Ya hari itu adalah buah kuini.

Dengan kejadian itu aku mendapatkan ilmu akan kegigihan, konsisten, kemandirian dan ajakan untuk berbagi dengan cara yang berbeda.

Hari itu Jumat, 1/11/2019 tidak hanya nenek kartini yang singgah di kantorku, ada satu nenek lagi yang membawa satu map dan meminta, satu lagi seorang laki-laki bertongkat juga membawa satu buah ember kecil yang berisi uang, semuanya Alhamdulillah masih bisa aku sambut baik, entah apa yang merasuki sehingga positif thinking melanda otakku hari itu, meski hanya lembaran rupiah bernominal receh, tidak seperti keinginan ku terhadap nenek kartini, padahal bisa jadi 2 orang sebelum nenek kartini lebih membutuhkan. Mohon maaf kalau pikiran masih belum layak lebih jernih untuk menilai yang terlihat, Tuhan Maha Mengetahui, namum Nenek Kartini sungguh memberikan ilmu bermanfaat bagiku hari itu.

Semoga sehat terus dan kita semua berakhir masa aktif di Dunia ini dalam keadaan khusnul khotimah. Aamiin.

Tak selang beberapa waktu nenek kartini pergi, ada pesan masuk ke telepon genggamku, pesan itu berisi bahwa ada bonus masuk dari seseorang sejumlah Rp. 500.000,- ke Rekening ku, meski hal ini sudah aku ketahui sejak malam, dan malahan aku sedang tidak memikirkan itu, bisa jadi beberapa orang yang hadir ke kantorku merupakan kiriman dari Allah SWT agar aku bisa untuk berbagi meski masih dalam keterbatasan, Terima kasih orang-orang baik yang telah hadir dalam hidupku. 

Dengan cinta dan kasih sayang, dari Tebo untuk kita Semua. Piss
(Ditulis Hari sabtu, 2/11/2019)


Post a comment

0 Comments