Diduga pacarnya tidak mau pasang snap WA, Seorang wanita ngambek


Ilustrasi : net

Seorang wanita berinisial S (19) murung di atas kasur, semacam kehilangan gairah hidup. Tidak lagi menebarkan cahaya kecantikan dari wajahnya, semua layu bagaikan bunga yang tidak disiram selama satu minggu.

Disinyalir hal itu terjadi dikarenakan sang pacar tidak mau membuat snap atau status di media sosial whatsapp setelah hampir 2 jam mereka VC atau Video Call, keromantisan selama hampir 2 jam tersebut langsung berubah horor bagaikan film misteri yang sedang menegangkan.

Sampai berita ini diturunkan, Wanita Muda nan cantik tersebut tidak mau angkat bicara.

Sedangkan sang pacar berinisaial M (31) hanya bisa pasrah dengan keadaan dan berharap hal kecil yang seharusnya tidak menjadi masalah itu dapat berubah menjadi romantis kembali, bagi dirinya, mencintai itu bukan harus di tunjukkan ke publik semata-mata, namun lebih dari ketulusan hati untuk saling memberi dan menerima, dirinya yakin, banyak para milenial hanya bisa romantis di depan kamera namun hanya sebuah kesemuan belaka.

"Saya yakin banyak dari para milenial hanya mengikuti euforia belaka, cinta bukan lah seperti itu, meski snap wa atau upload foto di media sosial bagian dari pembuktian, namun cinta tak cukup sampai disitu, anggap saja hidup di jaman Nabi, tanpa ada kamera, namun Nabi begitu romantisnya kepada sang kekasih tambatan hati" terang M meyakini


Selamat siang para pembaca setia blog adhisawank, apa kabarnya di bulan februari 2020 ini? Gatal juga jemari untuk mengetikkan tulisan di blog ini, konon februari adalah bulan penuh cinta menurut catatan dari cerita lain, namun bagi saya setiap hari harus penuh cinta, nah tulisan di atas merupakan kisah perjalanan cinta di era milenial, adakah yang mengalami hal serupa? Keras tidak mau mengikuti era, atau malah berpura-pura mengikuti era? Itu adalah pilihan, jadi diri sendiri atau jadi orang lain untuk berpura-pura menyenangkan pasangan anda. Lagi-lagi itu pilihan. 

Sekian, dengan cinta dan kasih sayang, dari Tebo untuk kita semua

Piss

Post a comment

0 Comments