Allah Mencintai Hamba yang Bertobat, Hikmah Muhasabah dari Musibah

Meme Motivasi, Editing : Adhi Sawank


"Allah lebih mencintai pelaku maksiat yang gemar bertobat dibandingkan orang saleh yang  tidak pernah merasa salah"

Kalimat ini, menurut saya, bukan hanya sekadar untaian kata tetapi motivasi yang seharusnya menjadi renungan bagi siapa saja, kapan saja.

Ia mengingatkan bahwa manusia selalu memiliki dua potensi : tergelincir dalam kesalahan ataupun kembali dalam kebaikan. Bersyukur, Allah masih memberikan kita waktu serta kesempatan untuk terus berbenah.

Kalimat tersebut telah beberapa kali saya dengar dalam tausiah Ustad Adi Hidayat. Enam hari lalu, saya kembali mendengarnya dalam kajian yang membahas tentang muhasabah diri sebelum musibah menghampiri.

Satu pesan yang begitu melekat ialah betapa pentingnya kita menilai diri sendiri, agar setiap kejadian, termasuk musibah tidak hanya menjadi beban, tetapi juga pelajaran.

Ustad Adi Hidayat menyampaikan :

"Kadang-kadang untuk menyadarkan  kita, kita dikasih musibah, agar yang tidak baik itu kita perbaiki"

Kalimat itu sederhana, namun dalam. Musibah hadir bukan selalu sebagai hukuman, tapi seringkali sebagai peringatan penuh kasih agar kita kembali mendekat ke jalan-Nya.

Ketika hati sibuk bermuhasabah, hidup menjadi lebih jernih, langkah lebih terarah, dan prasangka baik lebih mudah tumbuh.

Muhasabah dan Musibah, Dua Kata, Dua Jalan Pulang

Muhasabah berasal dari kata hisab yang berarti menghitung atau mengevaluasi. Dalam ranah spiritual, muhasabah adalah proses menimbang diri : apa yang sudah kita lakukan, apa yang perlu diperbaiki, apa yang harus ditinggalkan.

Sederhananya, muhasabah adalah cermin hati sebelum nantinya Allah sendiri yang menilai kita.

Musibah berasal dari kata ashaba, yang berarti menimpa atau mengenai. Musibah bisa berupa kehilangan, sakit, kegagalan, atau peristiwa yang tidak kita kehendaki. Namun musibah bukan selalu murka Tuhan, kadang justru pintu untuk naik kelas dalam kesabaran, kedewasaan, dan ketundukan kepada-Nya.

Semoga kita semua senantiasa mau berintrospeksi, mengambil hikmah dari setiap kejadian, serta tidak lupa bersyukur dalam segala keadaan.

Ambil baiknya, skip buruknya.

Rabu, 26 November 2025

Adhi Sawank From Muara Tebo With Peace

Post a Comment

0 Comments