![]() |
| Ilustrasi anak sedang mencari buku di perpustakaan, editing : Adhi sawank |
Ada hal sederhana namun sangat besar pengaruhnya bagi masa depan anak, membiasakan mereka mencintai buku sejak usia dini.
Kebiasaan ini tidak hadir dalam semalam, ia tumbuh perlahan, melekat melalui pengalaman, contoh, dan kesempatan yang diberikan orang tua.
Membaca sejak kecil membuka pintu dunia yang luas, bahkan sebelum anak mengenal arti kata dengan sempurna. Buku memperkaya imajinasi, meningkatkan kosakata, menumbuhkan rasa ingin tahu, serta membentuk daya pikir yang kuat.
Anak yang dekat dengan buku belajar lebih sabar, lebih mudah berkonsentrasi, dan tumbuh dengan pola pikir terbuka terhadap pengetahuan. Namun semua itu bermula dari satu hal kecil : menghadirkan buku dalam kehidupan sehari-hari.
Cara mengenalkan kebiasaan membaca pun tidak harus rumit. Mulailah dengan rutinitas ringan, membacakan cerita sebelum tidur, menyediakan sudut buku di rumah, atau mengajak anak memilih buku yang ia sukai.
Anak bukan hanya perlu buku, tapi juga butuh contoh. Ketika orang tua membaca, anak belajar meniru. Ketika buku hadir di rumah, anak merasa bahwa membaca adalah bagian dari keseharian, bukan kewajiban yang dipaksakan.
Kebiasaan membaca tak harus dipaksakan. Ia hanya butuh dikenalkan, dihadirkan, dan dijaga perlahan. Sebab setiap anak adalah benih yang menunggu disiram pengetahuan. Buku adalah airnya, dan orang tua adalah tangan yang menuntun.
Membiasakan anak mencintai buku sejak kecil bukan hanya soal membaca, ini tentang menyiapkan masa depan. Dan perjalanan itu bisa dimulai dari satu langkah kecil, satu buku, satu momen, satu senyuman penuh rasa ingin tahu.
Karena setiap halaman yang dibuka hari ini adalah jembatan menuju mimpi besar mereka di masa depan.
Panjang umur dunia literasi.
Peace.

0 Comments