![]() |
| Ilustrasi membaca buku, editing : Adhi Sawank |
Hari ini, bertepatan dengan Hari Guru Nasional, 25 November 2025, saya membuka halaman buku Healing Your Inner Child karya Ahmad Rifa’i Rif’an. Semakin saya membaca, semakin besar rasa penasaran terhadap isi buku ini.
Ada begitu banyak hal yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari, terutama dalam dunia pendidikan dan pengasuhan.
Buku ini menjelaskan empat poin penting :
- Apa itu Inner Child?
- Faktor Penyebab Inner Child
- Ciri-Ciri Belum Berdamai dengan Inner Child
- Cara Menyembuhkan Inner Child
Keempatnya diuraikan secara rinci dan mudah dipahami, membuat pembaca seperti diajak menelusuri kembali jejak masa kecilnya.
Sebelum melanjutkan membaca, izinkan saya mengucapkan Selamat Hari Guru untuk seluruh guru di mana pun berada.
Terima kasih karena terus membersamai peserta didik, baik dalam ruang kelas formal maupun ruang belajar nonformal. Semoga anak-anak hari ini tumbuh menjadi generasi emas di masa depan.
Kembali pada isi buku, ada bagian yang cukup menampar : faktor penyebab inner child terluka. Beberapa di antaranya adalah kekerasan fisik dan psikis, pengalaman bullying, serta kekerasan seksual.
Tiga hal ini bukan hanya terjadi di rumah, tetapi tak jarang dialami peserta didik di lingkungan sekolah.
Sekolah adalah rumah kedua bagi anak. Bahkan, waktu mereka di sekolah sering kali lebih banyak daripada di rumah. Karena itu, guru memiliki peran besar dalam menjaga keamanan, kenyamanan, dan kesehatan psikologis peserta didik.
Dampak inner child yang terluka bisa terbawa hingga dewasa. Beberapa cirinya antara lain :
- Mudah marah tanpa alasan jelas,
- Takut menolak dan takut ditolak,
- Selalu mencari validasi dari lingkungan.
Saat membaca bagian tersebut, saya seperti diajak melihat kembali perjalanan hidup saya sendiri. Kini, ketika telah menjadi seorang ayah, saya semakin memahami betapa pentingnya berdamai dengan masa lalu.
Beruntung, buku ini juga menyediakan panduan mengenai proses penyembuhan inner child, sebuah proses penting untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih stabil dan sehat.
Inner child, secara sederhana, adalah bagian dari diri kita yang menyimpan kenangan masa kecil. Ia membawa pengalaman positif maupun negatif yang mempengaruhi kehidupan seseorang hingga dewasa.
Untuk hari ini, cukup sampai di sini dulu refleksi saya. Membaca buku ini di Hari Guru memberikan makna tersendiri, seolah menjadi pengingat bahwa setiap anak membawa kisah, dan setiap guru memiliki peran besar dalam membantu mereka tumbuh tanpa luka.
Adhi Sawank From Muara Tebo With Peace

0 Comments