Menanamkan Kebiasaan Sedekah pada Anak Sejak Dini, dari Kotak Amal di Masjid

Editing Foto AI : Adhi Sawank

Tentang sedekah, aku selalu teringat pada satu nama : Ustadz Yusuf Mansur. Namanya seperti melekat di ingatan, menular seperti virus kebaikan.

Dari ceramah-ceramahnya yang dulu sering kudengar lewat kepingan CD, hingga buku-bukunya yang kubaca, perlahan aku belajar bahwa sedekah bukan sekadar memberi. ia adalah cara Allah mengundang rezeki dengan cara yang tak pernah disangka.

Sejak itu, aku percaya : sedekah bukan soal banyak atau sedikit, tapi soal membiasakan hati untuk memberi. Itulah sebabnya, sejak anakku masih berusia sekitar satu tahun, aku sering mengajaknya singgah ke masjid. Bukan untuk ibadah yang lama, kadang hanya mampir sebentar.

Aku hanya ingin satu hal : masjid menjadi tempat yang akrab di ingatannya sejak kecil. Pelan-pelan aku mengenalkannya pada setiap sudut masjid.

Ini beduk, yang dipukul saat waktu shalat tiba. Ini tempat wudhu, tempat kita membersihkan diri sebelum menghadap Allah. Ini sajadah, tempat kita bersujud. Dan ini kotak amal (sambil menunjuk kotak amal). Dengan polosnya ia menyebut, “Ini tempat nabung, ya, Yah?”

Sejak saat itu, setiap kali kami masuk masjid dan melihat kotak amal, ia selalu menyebutnya dengan satu kata sederhana : menabung.

Hingga pada suatu hari, di dalam masjid yang tenang selepas shalat, anakku mendekat kepadaku. Matanya berbinar kecil sambil berbisik, “Yah… mau nabung.” Dia meminta uang kepadaku.

Tanpa ragu, ia melangkah ke kotak amal, memasukkan uang itu perlahan, lalu menatapku dengan senyum polos yang membuat dadaku sesak oleh haru. Nominalnya mungkin tak seberapa. Namun bagiku, nilainya tak terhingga.

Di momen itulah aku sadar, sedekah bukan hanya tentang membantu orang lain tetapi juga menanamkan cahaya di dalam hati anak sejak dini. Mengajarkannya bahwa memberi adalah kebiasaan, bukan paksaan. Bahwa berbagi adalah bagian dari hidup, bukan beban.

Aku teringat lagi pada kalimat-kalimat yang dulu sering kudengar dalam ceramah : Sedekah tidak akan membuatmu miskin. Ia justru membuka pintu yang tak bisa dibuka oleh apa pun selain keikhlasan.

Kini aku melihatnya bukan hanya sebagai teori, tapi sebagai kenyataan yang tumbuh di hadapanku, dari tangan kecil seorang anak yang belajar “menabung” di rumah Allah.

Semoga momen itu tak pernah padam dari ingatannya. Semoga kelak ia tumbuh dengan hati yang ringan memberi. Dan semoga setiap kebaikan kecil yang ia lakukan hari ini menjadi sedekah jariyah bagi orang tuanya. Karena ternyata, sedekah bukan hanya mengalirkan rezeki, Ia juga mengalirkan nilai kehidupan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Jum'at, 5 Desember 2025

Adhi Sawank From Muara Tebo With Peace

Post a Comment

0 Comments