6 Feb 2018

Tegak Elok di Atas Segalo Perbedaan

Sumber foto : Internet

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Hai Manusia, Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha mengenal [al-Hujarat/49:13]


Pasca Juli 2017 kemarin, saya cenderung punya Jargon baru, sebuah ucapan spontan yang penuh arti "Tegak Elok di atas segalo perbedaan"

Kalimat sederhana bercitra rasa daerah Tebo, meluapkan sedikit sisi emosional yang gaduh terhadap mulai lunturnya rasa persatuan di era global saat ini.

Diawal tulisan ini bukan bearti sok jadi ustad dadakan, hanya mengulang dan mengingatkan diri kembali isi ceramah dan isi kajian dari beberapa ustad dan guru yang pernah saya dengar, itulah kandungan dari Salah satu Ayat di dalam Al-Qur'an.

Kita sebagai Umat beragama Islam dalam hal ini, dihimbau untuk saling kenal mengenal di antara berbagai suku dan bangsa, mengena sekali ini untuk diterapkan di dalam kehidupan sehari-hari.

Jaga kerukunan antar umat beragama, dan jaga persatuan kesatuan, terlebih lagi di saat mewabahnya Dunia online yang lebih kita kenal dengan media sosial, cerita dan bertemu melalui chat maupun saling berkomentar di postingan/tweet. Ayoo saling sapa dengan kembali intropeksi diri, 5 Tahun sekali musim yang suka bikin gaduh dan perpecahan antar keluarga, antar desa, sampai ke tingkat Nasional, gara-gara berbeda pilihan, Semoga kita bisa saling jaga itu, teruslah berkarya Anak muda "Tegak Elok di atas Segalo Perbedaan"